ShareThis

Selasa, 12 Maret 2013

Personal 7 : To My 17 Year Old Self


Post ini terinspirasi dari banyaknya cerita-cerita dari para pembaca My Lovely Sister waktu mengisi jawaban untuk Giveaway. Ternyata banyak yang ngalamin masalah yang mirip dengan kita yang dulu, jadi di post ini kita mau share tentang masa lalu yang agak kelam tapi berakhir cerah :P

Waktu aku (Ai Ni) masih remaja, aku suka baca majalah Seventeen versi Bahasa Inggris online(aku lupa pastinya dari negara mana). Yang aku inget, di setiap edisi majalah Seventeen itu ada tema khusus bagi para artis/model untuk nulis surat ke dirinya yang umur 17 tahun. Ada satu model cantik (aku lupa banget namanya siapa) nulis surat ke dirinya sendiri, bilangin ke dirinya yang umur 17 tahun. Inti dari suratnya yang selalu aku inget adalah nggak usah takut waktu temen-temen kamu menjelek-jelekkan kamu karena muka kamu yang unik (model-nya campuran Amerika dan Afrika kalo nggak salah). Nggak usah iri sama cheerleader-cheerleader cantik yang selalu jadi cewek paling populer dan paling disukai di sekolah. Karena nanti setelah dewasa kamu yang akan jadi cewek cantik dan model terkenal papan atas. Nggak perlu minder sama bentuk tubuh, ras, warna kulit, tipe rambut kamu yang selalu kamu nggak suka, karena nantinya itu yang bikin kamu jadi sukses di masa depan.
Waktu aku baca suratnya aku langsung mikir, itu aku yang umur 17 juga ngerasain hal yang sama. Waktu  di SMA, aku inget bagaimana aku adalah cewek pemalu yang super minder, dan nggak berani bergaul sama sekali. Temen-temen aku 'ngejauhin' aku karena terlalu pemalunya.
Selain itu aku pake kawat gigi super jelek dengan muka banyak jerawat. Ke sekolah pun pake baju kemeja putih longgar dan rok SMA yang panjangya lebih dari selutut (padahal temen-temenku pake baju kemeja yang agak ketat dan rok SMA yang agak mini). Di tambah kaca mata tebel dengan bingkai ala Harry Potter :P  Aku juga bukan dari keluarga yang berada, jadi waktu itu aku inget, karena rambut asliku 'keribo', aku pengen banget pake conditioner, tapi nyokap nggak beliin karena nggak punya cukup uang untuk itu). Alhasil  rambutku selalu diiket.
Selain itu mending kalo aku pinter terus punya otak jenius, kebalikannya iya. Nilaiku parah dan ancur-ancuran walaupun uda rajin belajar. Aku sekolah di sekolah yang peer pressure (tekanan) nya besar dalam hal nilai. Jadwal aku sekolah dari pagi sampe jam 4 sore kemudian les sampe pukul 7 malem dan sampe rumah tidur setengah jem, makan malem terus belajar lagi, kadang-kadang sampe jam 1 pagi. Kalo ada ulangan, subuh jam 4 aku masih suka bangun pagi untuk belajar lagi. Serajin itu aku belajar, nilai di rapot ku rata-rata cuma 6. Haiz...
Orang mikir pasti aku gila ngapain belajar sampe seperti itu, jawabannya simple, sekolahku susah, aku nggak bisa ikutin, kalo aku nggak belajar aku harus terima 'ejekan' dari temen dan guru. Aku inget waktu masa-masa itu aku ngalamin depresi.

Pada masa-masa itu, tiap hari setelah pulang sekolah, aku cuma bisa nangis ngadu ke nyokap, nggak tahan sama hidupku waktu itu. Nyokap cuma bisa ikut sedih dan nggak tau juga harus bantu aku gimana. Sedangkan hubungan aku dan Eve sangat parah, kita hampir nggak pernah ngomong karena kita lebih sering berantem kalo ngomong.
Aku nggak punya temen. Aku 'jelek'. Aku bahkan nggak ada di buku year book sekolahku. 

Saking aku nggak suka sama diriku waktu itu, aku sama sekali nggak berani ngaca. Tau kan kalo anak sekolahan suka banget ke WC bareng, kalo ke WC aku selalu nundukin kepala, dan kalo cuci tangan juga nggak berani ngaca. Cuci tangan terus kabur, di saat cewek-cewek lain, ngaca lama-lama, ngomongin cowok, baju, pake lip balm, anting lucu, dan lain lain, aku cuma bisa nundukin kepala pura-pura nggak denger.

Sembilan tahun kemudian, sekarang. Kalo ngebayangin semua itu aku cuma bisa tersenyum geli. Itu masa laluku. Jelek memang, cewek jelek luar dalam dengan harga diri yang super rendah. Tapi kalo liat ke belakang sampe hari ini semua hal itu terjadi buat bawa aku ke diriku yang sekarang. Memang manusia nggak bisa ngeliat seperti Tuhan melihat.

Aku sekarang sama sekali nggak nyesel dengan semua kejadian yang pernah aku alami waktu dulu, bahkan semua hal tersebut yang bikin aku ada dan kuat sekarang. Itu cara Tuhan membentuk aku di umur 17, memang kelihatannya jelek waktu itu tapi bagus untuk aku yang sekarang.

Sekarang aku sadar, harga diri seseorang bisa begitu rapuh kalo kita sendiri nggak mempercayai diri kita diciptakan oleh Tuhan dengan cantik dan luar biasa. Waktu itu aku minder dengan nilaiku yang jelek aku ngerasa bodoh. Temen-temenku masuk UI, ITB, kuliah dokter, teknik, dan semua yang 'keren-keren'. Sedangkan aku yang bodoh ini di SMA aja empot-empotan, gimana mau lanjutan kuliah di tempat ternama gitu.

Tapi siapa yang berhak menilai diri kita bodoh? Bahkan kita sendiri nggak tahu kalo kebodohan kita dipakai Tuhan untuk rencanaNya yang keren.

Aku nggak nyangka justru karena aku 'jelek' dan 'bodoh' di masa 17 tahun ku itu, bikin aku mengerti perasaan cewek-cewek yang sangat insecure dengan diri mereka. Karena aku merasakan apa yang mereka rasakan, aku kepingin untuk membantu mereka untuk mencintai diri mereka. Kalau aku aja bisa survive dengan masa laluku, kenapa yang lain enggak? Aku belajar untuk nggak menghakimi, pengertian dan menghargai diriku sendiri, nggak peduli sama penilaian negatif orang lain yang cuma akan bikin kita hancur kalo didengerin terus menerus.
Setelah masa remajaku lewat dan depresiku berlalu (untuk yang pengen tau gimana berubahnya itu karena aku di'tangkep' Yesus, maka hidupku berubah, ceritanya akan panjang lagi kalo aku nulis di sini hehe), aku jadi cewek yang lebih percaya diri dan menghargai kekuranganku apa adanya. Dari situ saat aku mulai bisa menerima dan menghargai diriku, jadi aku mulai merawat diri. Karena aku merasa diriku berharga makanya aku merawat diri, bukan karena aku merasa diriku nggak berharga maka itu aku merawat diri (termasuk dengan make up). 

Aku mulai merawat diriku dengan rajin merawat kulit, make up, pake baju yang baik dan manis (bukan baju longgar dan celana jeans belel). Aku jadi suka ngaca dan suka foto juga :P Walaupun begitu aku bukan udah 100 persen sempurna dan percaya diri, ada kadang di mana aku juga bisa mulai merasa rendah diri, tapi di saat itu aku harus ingetin diriku sendiriku untuk tetap percaya akan kebenaran tentang diriku yang diciptakan Tuhan dengan luar biasa ini.
Maka itu di blog ini, kita berusaha untuk nggak memberikan komentar atau kata-kata negatif yang tidak membangun karena kita tahu, semua kata-kata negatif pasti akan melukai orang lain, seperti dulu aku pernah 'dilukai' oleh orang-orang yang menjelek-jelekkan aku waktu remaja dulu. Aku sadar 100 persen kuasa dan efek dari perkataan yang diucapkan/ ditulis sangat berbahaya. Bisa melukai dan bisa membalut luka. Pilihanku adalah kata-kata yang membalut.

Mungkin buat yang pernah tanya, gimana ceritanya awalnya blog ini dibuat. Cerita tentang TO MY 17 YEAR OLD SELF adalah awal ceritanya.
Blog My Lovely Sister nggak mungkin nggak ada kalo bukan karena aku pernah ngalamin masa lalu-ku saat aku 'jelek' itu. Sekarang aku pengen banget share SEMUA tips dan cara yang bikin cewek jadi cantik dan menghargai dirinya melalui blog ini. Itu inspirasi awal kenapa blog ini dibuat, bersama Eve, blog ini jadi nyata. Menurutku, pentingnya Eve seperti otak kanan dan otak kiri, dua-duanya penting (nggak ada yang nggak penting). Blog ini nggak dibuat untuk mamerin kita punya baju merk apa, pake make up dan kosmetik paling mahal merk apa, atau jalan-jalan di tempat mana. Bukan tentang itu. Blog ini tentang gimana bikin jadi semua cewek jangan pernah ngalamin yang aku ngalamin waktu itu :)

Ini tagline dari My Lovely Sister yang kita buat :
My Lovely Sister is a blog that share about beauty, fashion and pretty little things in life. We want to inspire every readers to love themselves and enjoying their life.
Dan sebagai penutup, sejujurnya aku (dan Eve) terharu banget baca semua email yang masuk tentang My Lovely Sister. Kita mau bilang, mungkin bagi kalian, kita yang jadi inspirasi buat kalian. Tapi nggak, bukan begitu buat kita. Kalian yang jadi inspirasi buat kita, semua pembaca My Lovely Sister, iya kamu yang lagi baca sekarang, yang jadi inspirasi kita masih terus menulis blog. Walaupun nggak semua komen kita balas, tapi semua komen kalian berharga banget buat kita. Kalian semua berharga buat kita :)


48 komentar:

dolljjang ♥ mengatakan...

thanks udah sharing ceritanya ^^ setiap orang py cerita masing2 ya. kalau saya umur 17 masih anak2 banget. rambut pendek kayak cowok. n masih super berandalan hahahahaha.

Rachmi Rachmawati mengatakan...

wah... aku kira emang udah suka dandan dari SMA gitu..hahaha, inspiring banget, bikin aku dapet hikmah lagi.. semua kesuksesan pasti diawali dengan kerja keras yang sungguh sungguh yah , thank you udah sharing :D

Erna Wijaya mengatakan...

Thankyou for sharing :'')
Sepertinya lg membaca kisah sendiri :'')
Tp aku msh tahap berubah :D

Rinnah Wiyono mengatakan...

Ci, I swear my eyes got watery when reading this. Sangat menginspirasi. Mengingatkanku betapa insecurity itu bisa menyeret kita sampai ke titik depresi, tanpa kita sadari. "Love yourself" itu serasa nampol kenceng banget, karena at some point in my life, I still wished to be somebody else. But thanks ci, for reminding your readers to be grateful for what they are. Reading this piece of story of your life, I can tell that God love you that much! =')

jnynita mengatakan...

Mantaaaab... aku terharu bacanya...
Memang kadang kita butuh waktu untuk bs menerima diri sendiri.. apalagi dalam tekanan eksternal harus begini dan begitu, kalau nggak itu anomali. Tapi apa salahnya jadi anomali? Anomali menjadikan diri kita unik. :)

Anonim mengatakan...

inspiration banget ce :) ak doain moga2 di masa depan ak jg bisa kayak cece haha xD yg udah sukses dan cantik :p soalnya ak jg lagi di masa 17 taun ._. *bonus pas bener emg skarang lg umur 17*

ciayo buat blognya :*

cay mengatakan...

seriously ci, it's that u'r true story ..
SALUT ci T^T
keep blogging dan terus bsa jdi inspirasi buat kita ya cii ..
GBU ci ^^V

Iqbal Prasetyo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hai Hanitis mengatakan...

Aaaaaaaaaakk aku terharu baca postingan ini :'(( *mewek*

Aku jadi pengen cerita juga :D
Aku sudah beberapa kali jadi tester yang tugasnya ngetes intelejensi dan kepribadian siswa SMP dan SMA. Dari sinilah aku bener-bener mengerti. Semua anak itu spesial dan berbakat. Walau dia tidak menonjol secara akademik, pasti ada potensi lain yang bisa dikembangkan (individual differences).

Sayangnya, anak-anak yang ngga menonjol secara akademik dilabel bodoh oleh teman-teman, orangtua, bahkan guru (ironis memang). Padahal mereka punya potensi lain yang akhirnya ngga dikembangkan, karena terbentur penilaian orang-orang di sekitar dan tuntutan orangtua :'( Aku sedih waktu ngobrol-ngobrol di kelas sama mereka sist. Sepertinya emang ada yang salah dengan sistem pendidikan dan pola pikir masyarakat kita tentang pendidikan :))

Setuju banget sis, ngga ada yang sia-sia. Pengalaman yang kurang menyenangkan bukan untuk dihindari, disesali, atau dipendam, melainkan untuk diterima dan dipahami. Karena kejadian sekecil apapun (pastinya) Tuhan berikan untuk membentuk kita jadi pribadi yang lebih bijak dan sering bersyukur :')

Kita mesti tetep pede, optimis, dan yakin sama kemampuan diri :') Tiap orang udah jelas-jelas berbeda. Ngebandingin kekurangan diri dengan kelebihan orang lain, atau sebaliknya itu ngga baik buat kesehatan mental hahaha.

Haduh malah keasikan ceritanyaa :)) maap yaa siis...
Terima kasih sudah berbagi inspirasi buat kita-kita reader my-lovely-sister :')
Salam jiwa damai dan bahagia *hugs*

Rhy Rhyna mengatakan...

wah terharu banget yang baca. masa depan orang emang ga ada yang tahu yah :D

Iqbal Prasetyo mengatakan...

wah, ternyata verbal attack udah ada dari dulu ya kak, aku juga ngalamin mirip sama yg kakak alamin dulu, ^^ tapi aku berusaha cuek gitu kak, tapi ya kadang kadang aku juga suka kesel sama diriku sendiri, kadang pertanyain diri sendiri " kok aku gini sih! " sampe marah marah gajelas --"

tapi skrg abis baca ini makin yakin kalau tuhan itu pasti ada rencana yang lebih baik, tinggal menunggu waktunya aja :") meski sekarang, ya omong omongan dari temen sekolah masih ada meski aku gak ngapa ngapain :D dan masih dijauhin tanpa ada sebab jg masih sering hihi~ tetep berusaha cuek dan percaya kalau tuhan itu punya rencana yang lebih baik ^^

jsyfl1113.blogspot.com

Latifah Yulia mengatakan...

Aish.. jadi inget masa SMA dulu. aku juga belum ngerawat wajah, masih pake kacamata tebel, bajunya longgar, nggak peduli pake make up, nggak peduli pake kerudungan yang model-modelnya fasionable. daaaan gak gaul sama cewek-cewek yang ngomongin cowok, make up, fashion, cewek-cewek yang berada dan suka "dugem". aku dulu bertemannya sama anak-anak yang suka di perpus, dll. Tapi itu semua membuat aku jd menghargai setiap teman aku mau dia miskin,kaya, apapun itu. Aku jadi lebih jeli merhatiin kecantikan yang mereka punya, karena semuanya beda-beda dan cantik.. :D mungkin terdengar klise, tapi pas ada bagian dari setiap manusia yang good looking. Kalau kita nggak mengakui itu berarti kita sudah menghina Tuhan, karena Tuhan lah yang menciptakan manusia sebaik mungkin.. ^^

diani noverta mengatakan...

amin, senang dengan tulisan ini, sekarang aku udh jadi guru, berharap aku tidak lagi menghakimi murid2 ku n dapat menerima bahwa setiap pribadi itu unik. N belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi T_T

raisaAngelin mengatakan...

Mataku berkaca2 :') Terima kasih sudah mewakili isi hatiku melalui blog ini ya sis.
Kalo ingat masa SMP dan SMA-ku, rasanya banyak banget kepahitan ini itu tapi setiap ingat, Tuhan sayang kita apa adanya, rasanya jadi kuat lagi. Kayaknya semua kesulitan yang pernah aku lalui itu nggak ada artinya kalo ingat kebaikan Tuhan yang luar biasa banyak di hidupku :))
Makasih ya udah sharing, tulisan ini aku banget lho. Sampe sekarang pun masih suka kebawa rasa minder, tapi ya gak separah dulu lagi yang ngerasa begitu buruknya aku sampai2 aku sempat mikir, aku ini cewek paling jelek dan paling nggak ada apa-apanya dibanding temen2 kece lain :(

Lega ternyata aku gak sendiri :))

Keep posting, i love ur blog so much Aini n Eve :))

raisaAngelin mengatakan...

oya ijin sharing di fb ya sis :D

SeVeRuSLoVez mengatakan...

baguuuuuus bgt...(T^T)
thanks for the inspiring story~

primas agustina mengatakan...

ci Ai Ni bisa aja bikin orang terharu :^) ...
selama ini yang bikin aku bertahan buat baca blog ini memang karena isinya yang positif, dan nggak pernah kasih komen negatif terhadap sesuatu, yang iya banget bikin pembaca setianya (termasuk aku) jadi orang yang lebih baik lagi :))
mungkin bener juga kata Coco Channel yang bilang "There's no ugly woman, only the lazy one" (kalo nggak salah inget :P)
kalo kita sendiri nggak appreciate what we have, then there's no one will .. ^^
semoga ke depannya selalu bisa menginspirasi kita (para readers) buat jadi cewek2 yang enjoying our life !!!

Anthie Octavia mengatakan...

saya pun pernah mengalami hal yang sama.. love this post..

Hatta Shani mengatakan...

Ya Allah tulisanmu menyentuh bangeet >.< ..
aku pas sma juga gitu, sering dijauhin sama temen" coz gak nyambung kalo ngomongin masalah make up/tas bermerek, pas aku baca tulisanmu aku jg baru sadar ternyata gak aku doang yang mengalami masalah ini, makasih ya udah buat blog ini, you are my inspire too ^^

Arin Djunaidi mengatakan...

hiks... terharu mewek baca ini.. Tapi SALUT banget buat Ci Aini yg bisa survive *tepuk tangan..
Tapi aku gak percaya kalo Ci Aini itu dulunya 'jelek'... gak kebayang! Orang cici cantik banget ^__^

Sherviana Lie mengatakan...

inspiratif sekali, aku juga pernah ngalamin hal yang sama :")

Ayny Sidharta mengatakan...

i love this post..hehhehe... bener" inspirasi bgt..
buat yg skr lg down diusia berapapun dan merasa hidupnya kelam semoga kalau baca post ini bs jd inspirasi biar mereka ttp bs survive n keep moving who know 1,2,3tahun kedepan malah ada hal luar biasa yg terjadi.. krn pst ada pelangi yg indah sehabis hujan.

MI mengatakan...

I'm about to cry~
You guys are so awesome!
<3

http://imaginarymi.blogspot.com/

hanna mengatakan...

Terharu banget baca artikel kalian yang ini.
Blog kalian adalah blog pertama yang menginspirasi aku untuk lebih merawat diri, bahkan ikutan buat blog. Karena dengan pny blog kita bisa sharing satu sama lain ^_^
keep posting :)

Donna Roske mengatakan...

Benar" terharu bacanya:( cerita ini benar" ak banget cie..thank you banget uda mau lbh menyadarkan aku lagi bahwa betapa kita harus lebih menghargai diri kita dan belajar menerima setiap yg kita miliki apapun tanpa terkecuali^^satu hal yg ak pegang sampai sekarang bahwa rancangan Tuhan itu indah pada waktuNya^_^Maju terus buat blognya,,ak banyak belajar dan dapat inspirasi dr blog ini terutama dlm hal merawat diri Soalnya sebelumnya memang cuek banget..pokoknya sukses terus deh:)

Amelia Utami Putri mengatakan...

menyentuh banget ci tulisannya, makin cinta deh sama blog ini :*
bener2 kisah aku banget kaya gini, menginspirasi banget deh bikin aku pengen berusaha menjadi pribadi yg lebih baik lagi.
aah sulit diungkapkan dengan kata2 pokonya...
salut sama aini dan eve yg udah banyak menginspirasi banyak perempuan :D

Sarah mengatakan...

such a meaningful post. its nice to read something so heart felt.

xoxo Sarah
www.xliciousgirl.com

lovalica mengatakan...

ka aini ceritanya membuat kita samasama belajar untuk menyayangi diri sendiri dan sadar pasti ada rencana Tuhan dr setiap perjalan sulit :)
thx ka aini sharing cerita indah kaka :) aku juga mau nulis cerita waktu umur 17 tahun. hehehee

Anonim mengatakan...

My God...speechless!! Keren...
Bikin terharu tp makin ingn bljr hargai sndri..
Makasiiii...sangat inspiratif :D
-vanilla sanjaya-

monic mengatakan...

Aini n eve ... U guys really inspire me alot because u're humble :)
aku jg gtu, masa lalu aku kelam... Tp krn Tuhan Yesus aku jd berubah :'(

sanguines mengatakan...

Wow.
This post is really heart warming. Every high school girl must read this post!!! Kadang emang waktu kita remaja kita belum bisa berpikir se-wise sekarang.
Well, I'm really REALLY happy for you now dear. You're beautiful inside out. =)
Glad I stumbled upon your blog

Arni19 {。^◕‿◕^。} mengatakan...

Terharu banget baca postingan ini
Sumpah looo, melalui tulisan kakak di blog ini membuka mataku buat ngehargai diri aku sendiri.
Bener-bener aku kasih bintang 10 deh,, ini posting ini benar-benar amazing, nice post :D

LeeViaHan mengatakan...

Ahh aini postinganmu menyentuh hati ini,kalo aku jadi inget masa smpku.lhoo,karna aku anaknya.tomboy terlalu.dan tidak cantik temanku d masa smp sedikit bgt,cuma berteman sama anak"yg d anggap.freakjuga T_T,tapi semakin kesini semakin membaik karna adanya dorongan ingin lbh baik.lagi :)

http://leeviahan.blogspot.com

Alexandra Lucille mengatakan...

Good share :)
Aku jg sama seperti kamu, kok. Agak minder, padahal aku cukup pintar lho di kelas.

Gina mengatakan...

Inspiring banget Ci :'')
Aku share di FB ya say :)

Anjang Yudistri mengatakan...

I think we all have our own war when we're 17. I'd never been a beauty no matter how I tried to be one. Satu hal yang aku ingat waktu SMU sih pas ada temen yang komentarin aku di depan beberapa teman cowok, "kamu gak pernah bagus pake baju apapun ya!?". OH MY GOD!! Asli nyebelin banget. Untunglah para cowok2 nan baik hati tersebut malah ngebelain & menghibur aku. Hello, maybe I don't have a supermodel sexy curve, but so what?! ha3.

Lovina Rachmasari (Hinano Akira) mengatakan...

nice posting sist..
terharu banget aku terharu banget bacanya..
ga nyangka kalo old 17-nya sis Aini bs beda bgt sama sekarang..
jadi keinget waktu 17 q dulu lebih ke tomboy walopun pake jilbab..
ga mudeng sama sekali kalo di tanyain ttg make up ato fashion..
suka minder sama sohibku yg nilainya bagus2 sedangkan q lebih banyak jongkoknya..
:'D

oia sis, mw tanya yg oot nih..
dr nemu blog ini smpe skrg q masi penasaran..
sis Aini sama sis Eve itu sodara kandung ato bukan?
sory ya sis kalo oot..
hehehe

Bijak mengatakan...

Sis...terharu loh gw bacanya, karena gw juga ngerasa hal yang sama waktu umur segitu. teman2 pada gaul nongkrong bareng sementara gw ga ikutan, mereka menonjol di sekolah en olahraga, gw malah lambat pinternya (setelah kuliah baru rada meningkat ;P)
teman gw pada dideketin cowo, gw ga ada apa2nya haish.....
tapi gw percaya dengan hal itu gw jadi menghargai diri gw sekarang.

You are truly inspiring sis..dan aku tetap setia baca blog sis karena kebaikan dalam berbagi dan kata-kata. Maju terus yah sis.

oh and about siblings...we always wanna kill each other, but deep down we couldn't live without another ^^

Anonim mengatakan...

sis , ini benar2 inspiring banget . thanks ia ^^ .

irmania mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
irmania mengatakan...

nice share sis:), secara aku juga pernah di bully. aku suka bangeet sama blog ini honest and sincere, keep positive and inspiring ya :*

winda mengatakan...

selalu suka sama blog ini, beda sama blog lainnya, yang ada disini semuanya positif :)

The Mad Sisters mengatakan...

You girls are so sincere.. Pengen nangis rasanya baca posting ini. Sukses terus untuk kalian. May your life be properous and flooded with blessings from God.

Gita Illuh mengatakan...

saya juga begitu waktu masa masa SMA. Cewek yang pendiam, tidak punya banyak teman, Selalu sendirian, suka menyendiri dengan membaca novel setiap jam istirahat, suka minder.

Kirain hanya saya yang seperti itu. Maaf, saya bukan membandingkankan atau sejenisnya. Soalnya dikehidupanku tidak pernah menemui karakter seperti saya

azurymint mengatakan...

Di saya kejadian yg mirip di cerita sis ini malah pas saya smp (sekitar umur 12-13. Wajah byk jerawat, kusem, minderan karna ngrasa jelek & g menarik, cuma punya temen beberapa & sering ketiduran di kelas (alhasil sering ga ngerti pelajaran). Tapi hikmahnya karena saya udah ngrasain hal itu mgkn jauh lebih awal dibanding orang kebanyakan, di umur 19 pas jerawat mulai parah lg saya g terlalu minder lg. Kebetulan karna di umur 16 saya sudah di perguruan tinggi bertemunya teman2 yg mayoritas memang sudah lebih dewasa dalam berpikir jadi tidak mempermasalahkan outer appearance. Masa remaja memang masa mencari jati diri :)

Junita Pristi mengatakan...

aku merasakan itu sekarang :'
terkadang ada saja hal yang bikin gak betah di sekolah
orang orang BUSUK yang tidak pernah malu dengan dirinya sendiri #apasih ._.V

Bianca Zain mengatakan...

Terharu banget baca postingan ini:"""""""""3

Fiska Awaliari mengatakan...

aku udah nggak 17 lagi, udah 18 sekarang tapi tetep ngerasain itu :'(
dan sering banget dapet ceramahan bude, tante bahkan ibuku sendiri soal penampilan :(
aku nggak cantik dan nggak pinter, tpi berkat postingan kak eve dan kak ai ni, aku bisa belajar
dan berusaha buat jadi cantik dan pintar menghargai diriku sendiri.. ^_^
makasih atas inspirasinya kak

Posting Komentar