ShareThis

Sabtu, 29 Maret 2014

Personal 10 : Mereka bilang saya jelek



Sekitar beberapa bulan lalu kita ketemu buku ini di Gramedia : Tuhan Mengasihi Orang-Orang yang Hancur Hati (God Loves Broken People: And Those Who Pretend They're Not Hardcover by Sheila Walsh). Kita memang suka baca buku dan waktu lihat buku ini sepertinya judulnya bagus. Tapi nggak nyangka ternyata isinya amat sangat bagus! Waktu baca buku ini siap-siap tissue di samping, karena Sheila menulis buku ini dengan begitu 'menusuk', setiap bab-nya kita selalu ngerasa, ini bener banget, apa yang ditulis bener banget. Setiap orang punya luka yang disimpan dan ditahan, bahkan orang yang pura-pura menyembunyikan luka hidupnya. Justru orang-orang yang terluka, yang pernah hancur yang dipakai Tuhan.

Setelah suka dengan buku itu, kita search di internet apa dia nulis buku lain juga. Ternyata dia banyak nulis buku. Kita pengen baca semuanya, tapi karena buku yang lain belum diterjemahkan, masih impor maka bukunya jadi mahal. Kita pilih satu buku lagi tentang Sheila Walsh yang diterbitkan tahun 1996 judulnya Honestly. Yang buat kita tertarik buku ini adalah, saat ngeliat deskripsi singkatnya bahwa Sheila Walsh selain penulis, juga adalah pembawa acara talk show dan penyanyi rohani terkenal yang sering keliling US dan UK. Tapi di buku nya yang Honestly, dia cerita walaupun dia dari muda 'dipakai' Tuhan luar biasa sebagai pembawa acara dan penyanyi terkenal, suatu hari dalam ketenarannya dia harus menghilang karena masuk rumah sakit jiwa.

Penasaran dong kok bisa orang yang udah luar biasa begitu tiba-tiba masuk rumah sakit jiwa. Makanya kita beli bukunya :P

Singkat cerita hal tersebut terjadi karena Sheila Walsh punya luka di jiwa yang belum sembuh. Dalam kehidupan sehari-hari semua orang mungkin punya luka waktu kecil yang karena nggak keliatan dan seiring bertumbuh dewasa luka tersebut dilupakan dan ditutupi. Begitu juga dengan Sheila, dari kecil hidupnya bahagia dengan keluarga yang penuh cinta, sampai suatu hari Ayahnya sakit dan otak Ayahnya rusak, kemudian ayahnya berubah dari orang yang penyayang jadi orang yang menakutkan. Sejak saat itu Sheila selalu merasa bahwa Ayahnya begitu karena dirinya. Sejak itu juga dia nggak bisa menerima dirinya sendiri. Untuk menutupi 'rasa tidak bisa menerima dirinya sendiri', dia bekerja mati-matian berusaha  untuk menjadi sempurna dalam melayani Tuhan dan melayani orang lain, dia berusaha menjadi orang baik yang sempurna. Dia pikir dengan begitu Tuhan dan orang-orang akan menerima dia.

Tapi sampai satu titik, segigihnya dia bekerja untuk Tuhan dan orang lain, akhirnya sakit depresinya membuat dia masuk ke rumah sakit jiwa. Saat masuk rumah sakit jiwa, dia merasa hidupnya hancur, nggak mungkin dia akan 'dipakai Tuhan lagi'. Orang-orang yang mendengar kesaksiannya di drama acara talk show yang sering dibawakan Sheila, merasa bahwa Sheila penipu. Tuhan udah buang Sheila.

Setelah masuk rumah sakit jiwa, dia baru sadar bahwa luka di hatinya belum sembuh dan dia menutupi lukanya terus, tanpa mau jujur sama dirinya kalo dia sebenernya terluka. Di rumah sakit jiwa itu juga akhirnya dia sadar, Tuhan membiarkannya masuk rumah sakit jiwa karena Tuhan mau 'perhatian' Sheila, Tuhan nggak mau kerja keras Sheila yang dilakukan untuk menerima dirinya sendiri. Tuhan mau Sheila mengerti tanpa bekerja keras pun Tuhan sudah menerima dirinya apa adanya. Tuhan mencintai kita bukan karena perbuatan kita, tapi karena memang kita 'buah hati' Tuhan.

Waktu umur 24 tahun Sheila sudah begitu keras melayani Tuhan, dan saat ia berumur 24 tersebut, ia terkenal dalam semalam karena menyanyi solo dalam sebuah konser, dan sukses besar. Sheila bilang malam itu, dirinya dari yang orang biasa jadi sangat terkenal. Dia diminta interview di setiap majalah rohani dan radio. Dia bulak balik luar negeri untuk konser. Setiap opininya selalu jadi apa yang orang lain ingin dengar. Orang-orang dari jauh, berjam-jam menyetir hanya minta mau didoakan Sheila, karena mereka merasa Sheila doanya lebih didengar Tuhan.
Ia merasa bahwa dirinya yang bukan siapa-siapa tiba-tiba jadi berpengaruh buat orang lain. Dia sangat senang, tapi di dalam hatinya dia sangat khawatir dan takut. Untuk menutupi ketakutan dan kekhawatirannya dia beli baju-baju dan make up-make up yang bagus untuk menutupi dirinya, berharap orang lain kalau melihat dirinya yang diluar bagus akan merasa di dalamnya juga bagus.

Beberapa tahun setelahnya Sheila mendapatkan pekerjaan di Televisi BBC untuk menjadi host. Dia ingat waktu pertama kali harus tampil, seluruh temannya nonton acara tersebut, dan ada satu anak yang bilang, "kamu di TV keliatan sangat gendut.' Semua temannya tertawa, tapi dalam hati Sheila merasa mau mati.

Beberapa minggu kemudian, waktu rehearsal untuk acara TV tersebut. Tiba-tiba direktur televisinya bilang dengan keras sampai seluruh ruangan dengar, "Yang make up tolong betulin telinganya Sheila yang menempel."
Make up artistnya jawab, "Aku cuma make up artis, bukan orang yang bisa merubah bentuk muka orang." Semua orang tertawa. Sejak hari itu Sheila sangat 'perhatian dengan bentuk telinganya'. Dia selalu khawatir bentuk telinganya jelek, apalagi dia sekarang artist di TV dan dia pikir orang-orang 'nggak bisa menerima bentuk telinganya.'

Lalu tebak apa yang dia lakukan? Operasi bentuk telinganya yang menempel. Operasinya sangat sakit dan menghabiskan uang yang sangat banyak. Setelah keluar dari ruangan operasi dengan keadaan mati rasa pada seluruh wajahnya, Sheila menghibur diri dengan mengatakan, setelah operasi ini aku akan jadi cantik, telingaku jadi normal. Orang-orang akan lebih mencintaiku.

Ternyata setelah operasi plastik Sheila bilang, memang telinganya udah nggak jadi masalah buat dia, tapi kekhawatiran penerimaan dirinya masih ada. Dan hal tersebut nggak bisa disembuhin dengan operasi plastik.
Dalam hatinya terdalam dia selalu merasa, karena dia nggak sempurna maka Ayahnya jadi 'sakit' dan menjauhi dia. Dia merasa setelah operasi dia akan semakin dicintai, dikasihi, diterima orang lain. Tapi ternyata tidak. 

Kenapa kita nulis ini di blog?

Setelah blog kita makin banyak yang baca, tiba-tiba ada banyak masukan dengan penampilan kita. Misalnya Eve matamu sipit, apa nggak perlu make up pakai skot terus atau operasi mata? Kulitmu hitam apa nggak perlu lebih sering pakai krim pemutih?

Atau Ai Ni, rahangmu miring, apa nggak perlu operasi? Rambutmu 'super besar dan jelek' apa nggak perlu dirawat? Ada kerut di matamu apa nggak mau suntik botox?'

Dan lain lain. dan lain lain.


Saat terima omongan orang seperti itu, bohong kalo kita bilang, "aku nggak peduli biarin aja." Pasti kepikiran "Aduh Tuhan kenapa mataku kecil, kenapa bentuk wajahku begini, kenapa aku gemuk, dan seterusnya."

Kemudian di TV, artis-artis Korea, Jepang, US, dll bermunculan dengan begitu cantik dengan operasi plastik mereka walaupun ada juga yang cantik natural.

Pengen nggak operasi plastik? Mungkin kalo aku operasi hidungku, mataku, bibirku, rahangku, dll aku akan diterima. Orang lain akan menganggap aku cantik. Hidupku akan jadi lebih baik.

Suatu hari Ai Ni di area kantor yang lama pernah melihat orang yang membagikan brosur. Waktu pertama kali ngeliat orang tersebut, orang tersebut terlihat sangat ramah dan baik sekali, sempet ngomong-ngomong sebentar dengan Ai Ni. Waktu lihat senyumannya, Ai Ni ngerasa bahwa hari Ai Ni mendadak lebih cerah karena senyumannya yang begitu ramah (bukan senyuman tipe salesman yang nawarin produk).

Siangnya, saat makan siang di kantor Ai Ni dan segerombolan temennya makan di area di mana orang tersebut membagikan brosur. Tiba-tiba salah satu orang temen Ai Ni ngomong, "gila jelek banget tuh orang. Udah jelek hidup lagi." Terus ada yang nimpalin, "Jelek begitu kok bagi-bagi brosur."

Tiba-tiba hati Ai Ni bisa kesel. Orang ini yang tadi pagi Ai Ni ketemuin dan bikin Ai Ni seneng karena senyumannya tiba-tiba dikatain jelek sama temen-temen Ai Ni. Kemudian Ai Ni perhatiin lagi orang tersebut dan memang kalo dari segi tampang, tampangnya nggak menarik dan terlihat seperti agak nggak normal. Mungkin temen-temennya sering ngatain dia jelek karena tampangnya itu. Mungkin di seluruh hidupnya dia selalu dipanggil si jelek. Mungkin saudara-saudaranya bilang kenapa orangtuanya bisa lahirin anak jelek begitu. Tapi heran, orang yang mungkin hidupnya dikatain terus setidaknya senyumannya benar-benar ramah.

Sebetulnya dalam kehidupan kita banyak orang-orang yang ngatain fisik kita. Misalnya karena Eve dari kecil kulitnya gelap, semua keluarga kita sering secara sadar nggak sadar 'ngatain kulitnya.' Kok Eve kulitnya nggak seputih Ai Ni atau mama papanya?


Orang punya pendapat. Orang membandingkan. Orang-orang secara 'nggak sengaja' akan melukai orang lain. Menurut kita orang-orang seperti itu nggak bisa dihindari. Sampai akhir jaman pun pasti ada orang seperti itu.

Masalahnya apa kita mau operasi plastik buat betulin semua yang kita anggap jelek tentang tubuh dan penampilan kita?

Jujur. Siapa yang nggak pengen terlihat cantik banget atau tampan banget sampe setiap orang nengok bilang ih cantik, ih ganteng, ih keren...dll


Tentu aja kita pengen. Tapi kalo nonton TV sekalipun, orang artis yang dibilang super cantik/ ganteng/ tampan kalo diliat bener-bener pasti ada kekurangannya fisiknya (bahkan banyak yang walau udah operasi plastik berkali-kali dan jadi kecanduan karena masih belum puas dan belum puas. Salah satu contohnya bisa ditonton di video ini pecandu plastic surgery yang udah 59 kali mengalami operasi di acara Oprah ).

Begitu banyak artis cantik dan tampan di TV, pasti di atas yang cantik ada yang lebih cantik lagi. Selalu begitu. Nggak ada habisnya. Tapi kalo diperhatiin lagi yang bikin artis menarik selain kecantikannya juga ada inner beauty. Misalnya ada artis cantik tapi kalo nonton filmnya biasa aja. Ada artis biasa aja tapi kalo nonton filmnya/ acaranya jadi kecanduan karena orangnya punya bakat dan menarik.

Menurut kita memang jadi cantik itu pasti jadi keinginan semua orang. Tapi kalo terus melulu yang diperhatiin ih idung ku jelek, kulitku hitam, aku gendut, dll. Cape banget. Beneran cape (karena kita pernah ngerasain :P Ai Ni pernah cerita tentang dirinya yang nggak bisa menerima dirinya sendiri di post ini).

Kalo kecantikan atau ketampanan bisa buat kita bahagia, tempat yang paling indah bukan di Disneyland, tapi di Hollywood. Udah bukan rahasia lagi di Holywood banyak pasangan artis/ aktor yang super cakep tapi berakhir dengan kematian akibat narkoba karena merasa kesepian dan tidak dicintai. Padahal kalo dari segi fisik, uang, dan ketenaran nggak perlu dirgaukan lagi. Anehnya malah orang seperti Nick Vujicic, yang nggak punya tangan atau kaki, yang bukunya selalu terpampang di toko buku area best seller, yang kata orang dia nggak sempurna karena cacat, tapi malah dia lebih 'hidup' dan lebih 'bahagia' dari ratusan selebriti yang konon cantiknya luar biasa. Nick Vujicic ini bisa memberikan begitu banyak inpirasi kepada banyak orang yang anggota tubuhnya lengkap tapi nggak puas dengan dirinya sendiri. Waww...



_______________________________________________

Muncul juga baru-baru ini di Youtube, wanita yang pernah dilabel wanita paling jelek sedunia di dunia maya jadi pembicara di TED Talks.  Salah satu komen yang paling mengerikan tentang dirinya bilang ke Lizzie untuk bunuh diri karena penampilannya. Orang seperti Lizzie Velasquez, nggak bunuh diri, nggak dengerin kata-kata mereka yang menghina dia dan malah jadi salah satu speaker di TED talks (menurut kita semua orang yang ngomong di TED talks sangat keren!). Nggak peduli bagaiman penampilan Lizzie Velasquez, tapi dia bisa memotivasi orang lain, bisa membuat orang-orang menerima dirinya sendiri.

Ini beberapa komen dari video Lizzie yang menurut kita wow juga :)

Dan bandingkan dengan pembicara TED talks lain yang adalah model dari Chanel, Louis Vuitton, Prada, Dolce & Gabbana, Marc Jacobs, Versace, Vivienne Westwood, Ralph Lauren, Victoria's Secret. Salah satu omongannya adalah :
...karena hal yang tidak pernah kami katakan, tidak pernah saya katakan di depan kamera, adalah, "Saya cemas." Saya cemas karena saya harus memikirkan penampilan saya setiap hari. Dan jika Anda ingin tahu, "Jika paha saya lebih langsing dan rambut saya lebih berkilau, apa saya akan lebih bahagia?" Anda hanya perlu bertemu sekelompok model karena mereka memiliki paha yang langsing, rambut yang berkilau, dan baju yang keren, dan mungkin merekalah wanita yang paling merasa cemas di dunia." (source)


Bayangin cewek secantik Cameron Russell bisa merasa merasa cemas dengan penampilannya yang memang udah cantik (dia bilang bahwa dirinya menang 'lotere genetika', cantik dari lahir). Dia pernah jadi salah satu model Victoria's Secret Angels. 'Angel-angel' dari Victoria's Secret Fashion Show adalah model-model tercantik di dunia. Acara fashion show yang bikin mata 'terhibur' karena kecantikan dan keseksian model-model mereka yang luar biasa, yang bisa bikin penonton acara tersebut berdecak kagum setengah iri ngeliat wajah mereka dan tubuh mereka yang aduhai dibalut pakaian lingerie mewah.


_______________________________________________

Dulu waktu di mall, Ai Ni pernah ngeliat ada anak keliatannya nggak terawat dan tampangnya nggak lucu seperti anak-anak lainnya. Mukanya boleh ehmm... dibilang kurang menarik. Dalam hati Ai Ni mikir, "Ih anaknya kok nggak lucu begini siapa yang bisa suka. Mungkin orang tuanya sendiri nggak sayang dia. Anak-anak harusnya lucu dan imut-imut." Tiba-tiba dari belakang mamanya yang cantik dateng gendong dia sambil ciumin anaknya berkali-kali dan ngomong ke anaknya, "Sayang kamu mau makan apa? Aduh kamu lucu banget, aduh kamu kesayangan mama." Terus dicium-cium.

Ai Ni langsung bengong. Kok bisa ya...

Tiba-tiba Tuhan ngomong, "Ai Ni, Aku ini (Tuhan) papaMu. Aku mencintaiMu. Mungkin orang lain anggep kamu jelek. Tapi aku yang menciptakan kamu, kamu anakKu dan kamu sempurna."

...... (langsung diem seribu bahasa).

Biarin orang ngomong apa. Mungkin nanti dengan bertambahnya umur, kerut semakin banyak, muka jadi jelek, badan jadi gemuk. Tapi yah biarin aja, namanya manusia pasti hal-hal tersebut harus dilewati. Toh Tuhan tetep cinta. Masa Tuhan waktu buat kita sengaja dijelekkin. Tuhan kalo buat sesuatu sempurna. Dan kita sempurna di mata Tuhan walaupun orang ngomong kita jelek.

Seperti yang kita baca dibukunya Sheila, operasi nggak buat 'rasa penerimaan dirinya sembuh'. Anugrah Tuhan yang bikin kita menerima diri kita.

Kalo memang nih saat ini ada tawaran untuk operasi dari Tuhan gratis.
Kita mau ada satu yang dioperasi. Ada satu yang kita nggak puas sama diri kita.
Operasi hati.

Operasi hatiku Tuhan...
Operasi hatiku yang jelek ini supaya seperti hatiMu.

Karena kalo kita punya hati Tuhan, kita percaya, kita akan melihat kekurangan diri kita dan orang lain jadi sempurna. Kita melihat dengan cara Tuhan melihat, bahwa semua orang adalah sempurna.

Kita suka banget apa yang ditulis dari Facebook Just a Skinny Boy.


Dan commentnya :
What we have to do is see that we are beautiful no matter what other people think. If someone doesn't find us beautiful, they're the one making a mistake.

Kita juga suka gambar lucu ini^^



Kalo kamu mau nonton video kesaksian hidup Sheila Walsh bisa cek di video ini.^^


Note : Kita nulis ini bukan kita nggak setuju dengan operasi plastik, bukan juga untuk membahas pro kontra operasi plastik. Operasi plastik sama sekali nggak masalah buat kita. ^^
Post ini sekali lagi yang seperti kita katakan di atas hanya sebagai jawaban buat beberapa orang yang mempunyai pendapat tentang penampilan bentuk fisik kita yang 'kurang sempurna' :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar