ShareThis

Kamis, 19 Februari 2015

Personal 13 : Curhat Tentang Make up

Ok. Aku udah rencana untuk nulis post ini dari beberapa waktu lalu, tapi ada satu hal yang buat aku grogi untuk publish. Mamerin muka aku yang ini. 

OUCHHHH X(! Mengerikan >.< Jadi karena aku suka banget make up, kalau ada acara khusus dan aku bisa di makeup-in oleh make-up artist, tentu aku mau banget. Karena aku tau pasti belajar banyak. Aku akui memang aku belajar banyak dari dimake-up in oleh artist tersebut, seperti shading dan cara mengaplikasikan foundation dan bedak yang benar. Tapi hasil make up nya selalu membuat aku nggak suka bercermin >.< Apalagi foto selfie.

Inget kejadian yang aku tulis di tahun 2012 dengan foto 'super seksi' ini... Ini juga pertama kali aku di make up oleh make up di salon. Menurutku gambar foto di atas dan di bawah sangat mirip. Sama-sama buat aku ngeri untuk ngaca. Apalagi buat publish di blog. Aku takut jadi viral. Tapi aku nekad buat nulis post ini karena aku mau berbagi cerita tentang beberapa hal.
Aku di makeupin paling-paling seumur hidup baru sekitar 4-5 kali, pertama kali waktu SD, kedua kali waktu SMA, kemudian yang baru-baru ini adalah foto yang paling atas tersebut. Seinget aku, aku setiap kali di makeup in nggak pernah merasa, Waw aku puas dengan hasilnya. Aku inget pertama kali di makeupin waktu SD, aku ngaca dan mikir kenapa mukaku jadi seperti laki-laki >.<

Jadi aku beritahu dulu, make up di gambar atas tersebut di makeupin oleh make up artist di suatu tempat yang cukup lumayan terkenal tapi nama tempat dan make up artistnya tentu saja aku rahasiakan (jadi jangan tanya apa-apa :P). Apa perbedaan yang membuat aku di make-up in oleh make up artist dan make up sendiri?
Walaupun mereka make up artist (dan aku sangat menghargai sekaligus iri dengan pekerjaan mereka yang keren), tapi ada tapinya, Makeup Is Art-->Makeup itu seni. 100% pure seni, nggak ada betul nggak ada salah. Tapi adanya selera. Sama kaya makanan, ada yang suka asin, ada yang suka manis. Semua tergantung selera. 
Kebetulan selera make up artist tersebut dan selera aku dalam ber-makeup jauh banget. Jadi setiap kali di makeupin aku selalu belajar hal yang baru (dan aku seneng banget) tapi kalau untuk hasilnya, seleraku dan selera make up artist yang makeupin aku suka kurang nyambung seleranya hehe :P

Yang buat aku merasa aku nggak cocok dengan makeup ini adalah:
1. Alisnya melengkung, mirip seperti make up tahun 1920 ala Flapper Girl, Ini tahun 2015 dan alis melengkung nggak cocok sama wajahku yang oval. Bikin muka tambah oval.
2. Wajah matte bikin aku terlihat seperti 10 tahun lebih tua. Karena banyak yang tanya apa sih wajah matte itu? Wajah yang nggak terlihat ada kilauan minyaknya. Biasanya orang setelah bertambah umur, kadar minyaknya di wajah berkurang dan wajah orang yang berumur biasanya lebih matte. 
3. Aku selalu perhatiin untuk blush on, rata-rata kalau orang makeupin aku, blush on-nya selalu di aplikasikan di tulang pipi. Dan aku sama sekali NGGAK COCOK pakai blush on di area itu. Inget kalau baca di majalah jaman dulu, suka disuruh senyum saat mengaplikasikan blush on? Nah itu tuh, aku nggak cocok dengan cara itu. Cara itu bikin mukaku tambah tua dan seperti tante-tante.
4. Inget prinsip warna yang pernah aku bahas di sini? Warna dingin dan warna dingin nggak boleh dipakai bareng. Warna biru dan warna pink adalah warna dingin, kalau dipakai bareng kedua warna tersebut menjerit minta diperhatikan. Jadi hasilnya bibir dan mataku menjerit minta diperhatikan. 

Yang menurutku cocok denganku adalah :
1. Alis tidak menukik tajam, karena akan bikin mukaku terlihat sangar dan jutek. Aku selalu mikir alis lurus bikin wajahku lebih friendly dan terlihat ramah.
2. Kulit yang nge-glow bikin aku terlihat sehat dan lebih muda hehe. Siapa coba yang nggak suka terlihat lebih muda :P
3. Aku adalah cewek yang suka pakai blush on di bagian pipi seperti di tutorial ini. Dengan cara tersebut wajahku jadi terlihat nggak terlalu oval dan terlihat cerah sehat.
4. Karena bibirku tipis, aku sering nggak cocok pakai lipstick di seluruh bibir. Jadi biasanya aku pakai lipstick di tengah-tengah, karena cara ini seperti memberi ilusi 'bibirku nggak tipis banget' :P


 Jadi dua makeup ini adalah dua hal yang sangat berbeda.

Aku suka make up, karena wajah itu seperti canvas putih kosong. Tergantung si artist yang menggambarnya. Makeup kan seni, jadi sangat bebas banget bagi si artist untuk mengekspresikan dirinya.

Ini mukaku tanpa make up... ehm belum mandi dan cuci muka juga :P Ini adalah canvas kosong, tergantung mood-ku hari ini pengen make up style apa :)

Karena aku suka makeup jadi aku ngerti sedikit apa yang cocok buatku apa yang nggak. Maka itu saat dimakeupin, aku bisa ngerti mana makeup yang bikin aku cantik mana makeup yang bikin aku nggak suka ngaca. Waktu aku dimakeupin, aku dimakeupin rame-rame sama temen-temen yang ikut dimakeupin oleh makeup artistnya, dan karena banyak dari mereka yang nggak ngerti makeup, mereka puas dengan hasilnya. Keluar dari salon dengan happy. Tapi aku keluar dari salon dengan makeup remover di tangan haha.

Nggak semua makeup artist cocok dengan style kita
Walaupun ada yang bagus dan mungkin cocok dengan style kita, tapi kemungkinan, kita nggak mungkin setiap kali bayarin makeup artist yang biasanya mahal untuk makeupin kita. Kecuali ehmm... kalau kamu dari keluarga kaya hehe :P
Dari post ini aku mau bilang, makeup itu seni, jadi nggak perlu nge-judge make up orang, yang penting belajar make up sesuai style diri sendiri.

Kemudian aku juga mau bilang, buat perempuan, kalau kamu suka makeup nggak ada salahnya sama sekali belajar makeup. Banyak orang yang bilang makeup cuma buat cewek jelek yang menutupi kejelekannya, atau cewek yang nggak pinter untuk menutupi kebodohannya.

Padahal makeup itu seni, seni mengekspresikan diri. Cuma sama seperti seni lainnnya, banyak yang susah mengerti tentang hal tersebut.

Hal penting lainnya, jangan takut untuk salah. Saat baru belajar makeup, pasti kita sering gagal, tapi pokoknya coba eksperimen terus.

Note :
Aku nulis begini sama sekali bukan karena aku jago make up, aku cuma suka aja, sama sekali bukan profesional. Aku tulis post ini dari sudut pandangku sebagai penggemar make up pemula. 
Aku sering dapet request dari orang-orang untuk makeupin mereka. Sejujurnya aku kalau disuruh makeupin orang bisa gemeteran sama sekali, kecuali orangnya aku kenal banget seperti Lini, yang aku yakin karena dia temenku, jadi aku bisa relax dan walaupun hasilnya jelek nggak akan diomelin sama Lini karena kita udah kenal hehe. Karena tiap wajah orang berbeda jadi untuk makeupin orang merupakan tantangan tersendiri. Misalnya aku juga nggak bisa makeupin Eve, dan Eve juga nggak bisa makeupin aku karena style kita berbeda :D Paling-paling kita cuma memberi masukan satu sama lain.
Bukan berarti juga aku nggak suka dimakeupin. Aku suka banget dimakeupin, karena aku belajar banyak dari mereka. Dan aku berharap bisa ketemu makeup artist yang cocok sama seleraku hehe. Lagipula makeup artist itu kalau makeupin orang selalu rapi, kalau aku, makeupin diri sendiri aja sering berantakan. Makanya kalau ada orang yang minta aku makeupin. Aku bisa keringetan dan tanganku gemeteran :P

Ngomong-ngomong make up itu bener-bener seni yang unik. Karena bisa membuat penampilan dan pandangan orang berbeda. Mungkin kalau orang ngelihat aku di jalan dengan make up seperti ini, dikira aku orangnya dingin karena shading pipi yang tinggi dan make up mata smokey.

Atau dengan make up simple yang natural akan bikin orang berpikir aku suka sesuatu hal yang imut-imut.

Atau mungkin orang yang suka cari perhatian dengan lipstick merah yang terang :D

Yang pasti make up ini bener-bener seni mengekspresikan diri banget. ^^ Menurutku serunya disitu. Setiap kali coba make up yang baru yang menurutku menarik, bikin aku merasa penasaran dengan hasilnya bagaimana di wajahku. Seperti ada suatu tantangan baru. Mungkin seperti orang yang suka makin game. hehe^^

________________________________

Tanpa make up - Dimakeupin orang lain - Make up Sendiri


Sebagai penutup, aku mau bilang karena make up itu seni. Kamu bisa melalukan sesuai kesukaanmu. Pasti akan muncul komentar yang berlawanan dengan kesukaanmu. Misalnya ada yang bilang, Ai Ni kamu nggak cocok pakai make up cute, tapi ada orang lain lagi yang bilang kamu cocok banget make up cute. Atau Ai Ni kamu nggak cocok make up smokey, tapi ada orang lain lagi yang bilang cocok.
Bngung kan mau denger yang mana.

Make up memang 100% selera.

Buat aku sendiri, aku lebih suka mendengar diri aku sendiri, jadi aku biasanya akan melakukan make up yang menurutku aku suka. Karena saat aku melakukan hal yang aku suka, aku lebih happy^^

Sebenernya nggak dalam hal make up aja, banyak juga hal lain dalam kehidupan sehari-hari orang nggak setuju dengan pandangan kita, tapi lebih baik tetap lakukan yang kamu suka :D Selama hal tersebut nggak merugikan orang lain tentunya. :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar