ShareThis

Rabu, 15 April 2015

Personal 14 : Perasaan nggak enak

Karena udah lama nggak update post personal, dan ada pembaca yang tanyain kenapa kok nggak pernah di update akhirnya minggu ini kita update lagi. :D

----

Ini adalah pembicaraan Ai Ni dan Mama.

Sebetulnya kejadian ini terjadi di akhir tahun lalu. Jadi suatu hari Mama ngomong begini.
"Mama kok perasaannya nggak enak ya beberapa hari ini?"
"Nggak enak kenapa Ma?"
"Pokoknya nggak enak aja, kayanya ada sesuatu gitu, rasanya was-was dan khawatir akan terjadi sesuatu yang nggak enak."
"Apanya yang nggak enak, hidup kita baik-baik aja kok tiap hari, berkat Tuhan terus berlimpah, sampai hari ini kita nggak kekurangan apa-apa. Semua juga baik-baik aja."
"Iya memang, tapi nggak enak aja."
"Ih Mama, pokoknya kalau Mama ada pikiran seperti itu langsung Mama perkatakan yang baik-baik aja. Tuhan ada di sampingku, Tuhan ada bersamaku. Kemanapun aku pergi aku akan beruntung, kemana pun aku melangkah akan ada selalu mujizat."


Kejadian yang Mamaku alami itu juga pernah aku alami sekitar beberapa tahun lalu. Waktu itu aku ke sebuah tempat lagi jalan-jalan sekeluarga. Tapi bawaannya nggak enak banget, entah rasanya seperti akan terjadi sesuatu yang menyeramkan. Tapi aku inget, dulu pernah baca buku rohani, aku lupa apa judulnya. Dia katakan kalau dia pergi kemana pun dia selalu bilang, "Aku adalah anak Tuhan Yang Maha Kuasa, kemana pun aku pergi akan ada mujizat terjadi." Maka itu dia bilang, selama kemanapun dia pergi dia selalu melihat mujizat Tuhan. Jadi waktu di tempat tersebut aku ngomongin terus komat-kamit bahwa aku anak Tuhan dan kemana pun aku pergi akan ada mujizat terjadi, aku ngomong gitu sambil jalan bareng keluarga, tapi dengan suara kecil dan nggak ada yang ngelihat waktu itu (bahkan keluargaku pun juga nggak perhatiin). Aku nggak ngomong sama keluargaku kalau perasaanku nggak enak, aku takut kalau diomongin apa yang aku takutkan terjadi (padahal aku nggak tau apa yang aku takutin juga >.<). Walaupun aku komat-kamit "Kemanapun aku pergi akan ada mujizat, Tuhan terus ada di sisiku dan menjagaku," sepanjang jalan di tempat itu tapi hati ini cenat-cenut terus. Pokoknya nggak enak dan tangan basah karena keringat.

Akhirnya setelah pergi dari tempat itu perasaanku udah lebih enak.

___________________________________

Sekitar beberapa bulan setelah itu, aku lagi pengangguran. Berhenti kerja di kantor lama, karena memang Tuhan suruh aku keluar dari kantor. Dan akhirnya aku memang keluar dari kantor. Tapi namanya nganggur itu kan artinya harus cari kerja lagi. Jadi aku ngelamar sana-sini sambil memikirkan persediaan tabungan yang memang tipis dan makin menipis LOL.

Aku udah kirim email sangat banyak tapi nggak ada panggilan. Ada juga tempatnya jauh dan bidangnya banyak yang lain dengan yang aku lamar.

Suatu hari aku nerima sms dari rekan kantorku yang lama bahwa ada tawaran kerja. Padahal aku dan rekan kantorku hampir nggak terlalu kenal sama sekali. Tapi entah kenapa dia bisa sms-in aku. Aku juga bingung. Jadi karena desperate buat dapetin kerja aku kirim email ngelamar kerja ke alamat yang ditawarin rekan kerjaku.

Dalam beberapa jam langsung dibalas, dan besoknya minta interview.
Aku kaget, karena aku udah kirim begitu banyak email dan hampir nggak ada yang manggil aku. Tiba-tiba ini langsung dalam sehari aku minta di interview. Yang aku kaget lagi kantornya adalah tempat di mana aku merasakan perasaan nggak enak yang aku ceritain di atas waktu lagi jalan-jalan dengan keluarga.

Besok siangnya, aku ke kantor tersebut. Aku inget, waktu ke sana, aku harus lewatin tempat yang berdebu banget dan agak macet. Aku naik angkot, jadi aku ngerasa seluruh badan udah berdebu. Apalagi hawa panas Jakarta, buat aku udah keringatan. Waktu sampai di kantor itu aku ngerasa badan dan rambut udah lepek.

Saat interview aku udah mikir, mungkin nggak diterima, lagipula tempatnya jauh walaupun aku diterima aku nggak mungkin tiap hari lewatin jalan berdebu itu. nunggu angkotnya juga susah dan lam. Malem-malem di daerah sana agak rawan. Jadi ya udah aku pikir nggak mungkin kerja di sana.

Aku disuruh tunggu oleh customer service di ruang tunggu, setelah nunggu hampir 45 menit aku samperin customer service-nya. Dia bilang mohon sabar ya karena yang mau ketemu kamu tuh GM-nya langsung.

Aku makin deg-deg-an. Dalam hati mikir bukannya biasanya ketemu HRD atau User dulu.

Setelah itu GM nya muncul dan aku nggak ditanya apa-apa sama sekali. Cuma hal-hal singkat yang nggak penting (padahal biasanya kalau interview, aku sering ditanya hal aneh-aneh, yang susah dijawab, yang kadang bikin bingung eh udah ditanya panjang lebar nggak diterima huhu.) Terus dia bilang kamu mau gaji berapa.

Nah ini nih, biasanya aku akan bingung jawabnya, tapi karena aku mikir tempatnya jauh aku sembarangan ngomong gaji setinggi mungkin yang aku pikir bakal ditolak. Jadi aku sebutin angka.

Eh waktu sebutin angka dia langsung OK, kamu nanti saya ketemuin sama HRD.

Wakut ketemu HRD, ternyata angka yang aku sebutin belum termasuk uang transport. Jadi aku dapet lebih banyak lagi. Aku nggak bisa berkata-kata, antara bingung, senang, dan kayaknya aku ngomong kurang banyak. LOL LOL Kok langsung diterima.

Tapi pastinya aku shock.

Selesai interview aku ngomong ke Mama, Mama langsung nangis. Karena waktu itu memang keuangan kita mepet. Waktu di kantor lama mau keluar Mama sempet nggak setuju, walau aku udah bilang Tuhan yang suruh. Mama bilang aku salah denger >.<

Gaji yang ditawarkan adalah 2 kali gaji di tempat lama. Angkanya nggak banyak sih kalau sekarang dilihat. Tapi itu adalah mujizat. Coba kamu bayangin kalau tiba-tiba sekarang nih pemasukan kamu yang sekarang 2 kali lebih banyak dari bulan lalu. Pasti akan seneng banget kan, itulah yang aku alamin.

Kemudian masalah jauhnya, juga langsung beres, karena aku dapetin mujizat mobil yang pernah aku bahas di post ini. Jadi aku pulang pergi naik mobil. Seumur-umur aku nggak pernah ngebayangin bisa jadi nyata, bisa pergi pulang kerja naik mobil. Aku dari dulu pengeeeen banget pulang pergi kerja bisa naik mobil, dan akhirnya beneran terjadi. Kebetulan kantor Eve juga searah, jadi bisa barengan.

___________________________________

Belakangan aku baru tahu, perasaan nggak enak itu memang bisa muncul, kadang-kadang Iblis bisa memasukan ketakutan ke dalam benak kita, atau mungkin memang akan ada suatu hal terjadi. Yang paling penting adalah jangan mempercayai pikiran tersebut. Balikan keadaan dengan kata-kata yang dari Firman. Firman Tuhan sangat berkuasa untuk membalikan keadaan. Makanya penting baca Alkitab buatku sendiri.

Dulu waktu remaja sebelum aku kenal Yesus, aku selalu punya perasaan takut, aku orangnya penakut. Semua keluargaku tahu, ketakutan ku terutama di hari Jumat, karena aku pernah baca di ramalan tertentu bahwa orang yang lahirnya di bulan kelahiranku hari sialnya adalah hari Jumat. Karena dulu aku nggak baca Alkitab, aku bacanya ramalan. Parahnya setiap hari Jumat aku ketakutan terus, dan biasanya 90%  ketakutan aku benaran terjadi, aku selalu ngalamin hal-hal jelek di hari itu. Diomelin gurulah, ketinggalan buku pelajaranlah, Mama Papa berantem atau apa pun.

Sampai sekarang aku nggak pernah baca ramalan lagi. Apalagi percaya.

Aku baru tahu ketika Iblis merancangkan suatu yang jelek, kita bisa membalikan keadaan dengan mengucapkan Firman Tuhan, dan Firman Tuhan yang aku ucapkan bisa terjadi. Mungkin nggak langsung hari itu, dalam kasusku beberapa bulan kemudian baru terjadi mujizat. Jadi kalau ada firasat jelek langsung katakan yang Tuhan katakan. Hanya diam saja nggak membalikan keadaan. Saat perasaan nggak enak itu muncul aku ganti dengan apa yang Tuhan katakan. Maka yang terjadi bukan hal buruk, tapi keajaiban Tuhanlah terjadi.

Jadi waktu Mama ngerasain hal itu aku bilang, langsung perkatakan hal-hal yang dari Firman Tuhan. Aku bilang ke Mama, "Semua yang baik yang akan terjadi, yang jelek nggak akan terjadi. Hidupku aman bersama Tuhan Yesus. Apa pun yang terjadi adalah rancangan Tuhan yang terbaik buat hidupku."

Buktinya ketakutan Mama akhirnya nggak terjadi, perlindungan Tuhan yang sempurna di awal tahun ini sampai sekarang terus ada bersama kita. Kita dapat melihat mujizat dan kasihNya sepanjang awal tahun. Bahkan ketika ada dalam masalah pun anehnya, kita tetap bisa merasakan damai. Kalau dulu waktu belum kenal Tuhan, masalah sedikit udah stress berat. Sekarang masalah apa pun, kita selalu merasa rancangan Tuhan indah dan semua baik buat hidupku.

Pokoknya sekarang aku lebih tenang kalau ada perasaan nggak enak. Keep Calm. Ada Tuhan. Dia yang pegang kendali :D

Aku juga dulu selain takut sama perasan jelek, aku dari kecil juga takut sama hantu, pokoknya aku bener-bener takut banget, sampai seluruh keluarga kesel sama aku karena takutnya keterlaluan. Aku nggak pernah berani ada di suatu ruangan sendiri karena takut, walaupun di sebelah ruangan ada orang. Atau mandi sendirian. Aku selalu mandi dengan pintu terbuka waktu SD. Parah banget!

 Tapi karena ceritanya panjang aku akan buat di post lain... LOL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar