ShareThis

Kamis, 29 Oktober 2015

Review Candy Royal Contact Lens

Kali ini kita dikirimkan lagi softlens dari Gitageo, kita dikirimkan sekaligus 3 warna dari produk Candy Royal.

Review Candy Royal Contact Lens
• Terdiri dari 3 warna. Candy Royal Brown, Candy Royal blue, Candy Royal Grey.
• Diameter 14,5mm, WC 48%
• Design depan belakang jelas, sehingga nggak bingung mana yang depan mana yang belakang
• Masa pemakaian untuk 6 bulan
• Mempunyai efek membesarkan bola mata, tapi tidak terlalu besar sehingga hasilnya lebih natural  (bukan seperti boneka)
• Nyaman digunakan, aku pakai sampai 5-6 jam nggak masalah
• Warna softlens cukup terang sehingga membuat mata terlihat menarik
• Cocok dipakai tanpa menggunakan make up, dengan make up tipis, atau dengan make up tebal


Designnya sebetulnya simple banget, tapi karena ada ring di sekeliling sofltens maka itu membuat mata terlihat lebih besar.


Berikut before afternya.

Kesimpulan:
Design dari Candy Royal Contact Lens ini memberikan penampilan yang anggun, mewah, dan, dewasa. Sehingga kalau pakai softlens ini terasa lebih elegant, agak lain dengan softlens yang biasanya aku pakai lebih mempunyai efek cute atau dolly look. XD
Sejujurnya kalau disuruh milih dari ketiga warna gray, blue, atau brown, aku bener-bener bingung karena semua warna punya karakter yang berbeda. Walaupun 1 design tapi beda warna memberikan perasaan yang berbeda, jadi beneran susah banget milihnya >.<
Untuk warna birunya, warnya terang, tapi nggak terang heboh banget, birunya seperti warna sofltens biru pada umumnya, tapi karena coraknya simple jadi birunya nggak lebay.

Untuk warna abu-abunya, warnanya cukup terang. Menurutku warnanya elegant dan kalem dipakai untuk sehari-hari. Warnanya menarik perhatian, tapi nggak bikin heboh.

Untuk warna cokelat, warnanya paling agak gelap dibanding biru dan abu-abunya. Cocok buat yang nggak suka terlalu terlihat jelas seperti memakai softlens.

Di sini aku pakai make up yang sama, kecuali baju dan softlensnya aja. Warna softlens itu bantu banget ngerubah style seseorang. Maka itu aku suka banget coba-coba softlens. XD

Cara pemesanan:D
Ig @gitageo
Line @abf6177u / http://line.me/ti/p/%40abf6177u
Web www.prettylens.biz

__________________________________________________
Make up yang digunakan
Wajah : Cathy Doll AA air cushion soft

Blush on : e.l.f Cosmetics Studio HD Blush Headliner

Eyeshadow dan highlight wajah:
e.l.f Studio Prism Eyeshadow naked

Bulu mata palsu :
Dolly Wink Otona Eyelash Sweet Cat

Skot mata:
Starry Light - Magic Eye Tape
Koji Natural EyeTalk

Eyeliner :
BCL Make Mania Data Pencil Gel Eyeliner Deep Brown

Pensil Alis :
Lovely Me:ex design my Eyebrow no.2 Dark Brown

Lipstick :
LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss Dreamy

Senin, 26 Oktober 2015

Monday's Love Pick 118: Bella Nail Buffer - membuat kuku jadi mengkilap

Kita ini jarang banget ngerawat kuku, karena kita berdua cukup sibuk menggunakan jari-jari kita untuk banyak 'kerja kasar' (baca : cuci, motong, dan melakukan pekerjaan lainnya) yang membuat kita lebih gampang apabila kuku kita pendek dan simple aja (tanpa dibentuk-bentuk). Paling sering kita cuma pakai kutek, tapi sekarang udah jarang, karena sebagai designer yang bekerja di My Lovely Studio banyak juga kerjaan yang harus memaksa kita menggunakan cutter, gunting, menempel, dll sehingga kutek cepet luntur. Misalnya kalau sedang menggunakan lem dan di jari lagi pakai kutek, lemnya terus menempel di kutek, kutek di kuku langsung 'bolong' kalau lemnya dibersihkan. Jadi karena itu kita lebih suka kalau kuku kita pendek aja.  

Tapi kita suka banget kalau kuku terlihat mengkilap, biar terlihat lebih menarik gitu, maklum namanya juga perempuan. Duluuu banget pernah pinjem punya sepupu yang nail buffer dengan 4 sisi itu, ngeliat sepupu pakai nail buffer, kukunya cantik mengkilap banget, kita juga langsung beli dan pengen coba. Harganya murah meriah, nggak sampai Rp50.000. Tapi setelah beli, kita nggak bisa pakai! Bayangin nama kerennya sih 'beauty blogger' tapi nggak bisa pakai nail buffer LOL jadi ya sudahlah karena memang nggak bisa pakai gimana lagi. Udah digosok lama-lama pun sampai tangan pegel, kuku nggak mengkilap, mungkin nggak jodoh sama nail buffer. 

Kemudian sekitar awal bulan ini, temen kita dari Korea pinjemin alat nail buffernya yang dia bangga-banggain. Karena pernah kecewa dengan nail buffer tentu aja kita males buat mencoba apalagi waktu dikasi tau harganya lumayan juga >.<. Tapi karena dia memaksa yah udah daripada nggak enak hati mending dicoba. Gratis nggak ada salahnya dong coba.

Setelah coba gosok sampai di hati berpikir, nggak mungkin mengkilap. Tapi tau-taunya baru gosok 2-3 kali dengan asal-asalan dan males-malesan, kuku langsung MENGKILAP. Digosok tanpa tenaga udah mengkilap. Jadi senengggg akhirnya berhasil pakai nail bufer XD

Bella Nail Buffer ini adalah produk Korea dan bukan seperti nail buffer biasanya sehingga agak mahal. Bentuk packagingnya segitiga dengan warna kuning.

Tidak seperti nail buffer lainnya, hanya ada satu sisi aja yang dipakai, sehigga nggak repot cara pakainya.

Bentuknya simple dengan ujung agak lancip.

Nail buffer ini juga bisa bekerja sebagai nail file untuk membentuk kuku.

Cara pakainya gampang banget dan nggak memakan waktu lama. Karena cukup dengan satu step saja, yaitu digosok ke arah kanan dan ke kiri, kuku sudah terlihat mengkilap. Sama sekali nggak ribet. Bentuknya segitiga lancip diujung berfungsi untuk menjangkau di bagian ujung-ujung kuku. Cara bersihkannya, cukup dibersihkan dengan air dan sikat gigi. 
Setelah digunakan. Bisa terlihat bedanya sangat jelas, seneng banget XD Bisa dipakai juga di kuku kaki loh!

Maka itu produk ini jadi favorit kita saat ini untuk kuku :D 

Jumat, 23 Oktober 2015

Discount 20% + Free Shipping


Buat kamu yg pengen beli kacamata @polette_indonesia memberikan DISKON 20% + FREE shipping utk pembaca @mylovelysister tanpa minimum pembelanjaan sampai tgl 15 November 2015!  :D 
Voucher kodenya adalah : Lovely 

#happyshopping

Rabu, 21 Oktober 2015

Photography Exercises 20 : Cara Memotret Bunga

Jadi minggu lalu setelah memotret pantai, kali ini kita belajar salah satu objek kesukaan kita yaitu memotret bunga. Dulu pertama kali kita dapet bunga yang cantik banget dikasih temen ke rumah, kita bener-bener suka dan pengen mengabadikan keindahan bunganya melalui fotografi. Tapi sayang hasilnya gagal total. Foto bunga itu nggak semudah yang kita kira. Objek menarik tapi kita nggak bisa foto percuma hasilnya nggak bagus! 

Kemudian kita coba lagi dengan membeli bunga yang murah di pasar untuk latihan. Memang masih jauh dari sempurna, tapi berikut beberapa langkah yang bisa kamu ikuti. Yuk ikut latihan ini kalau kamu pengen coba :)

Ini adalah bunga yang kita beli dengan harga murah di pasar. Sama sekali nggak terlihat begitu menarik apalagi terlihat seperti bunga mewah, cuma bunga yang kebanyakan 'rumput'. Jadi kita coba beberapa cara.

Exercise To do :
1. Ambil dari jarak dekat, bagus kalau kamu punya lensa makro, tapi kalau nggak, pakai lensa biasa dan ambil jarak sedekat mungkin sehingga detail bunga bisa tertangkap di kamera dengan baik.


 2. Gunakan objek lain agar bunga tidak 'sendirian'. Di sini kita coba untuk bereksperimen dengan cappuccino yang biasanya kita minum.
Di foto kedua kita coba eksperimen dengan buku yang kita baca agar foto ini lebih punya 'cerita'. 

3. Masukan setiap jenis bunga menurut jenisnya ke dalam vas. Kalau kamu tidak punya vas seperti kita, bisa gunakan botol kosong yang sudah tidak terpakai^^

4. Foto dengan arah cahaya dari belakang (backlight). 
Jadi cahaya yang masuk melalui jendela berada di belakang bunga, sehingga membuat bunga menjadi dreamy. Ini salah satu cara favorit kita untuk membuat hasil foto terlihat dreamy :D

5. Setelah puas foto, nggak ada salahnya, ambil setangkai bunga, dan foto bunga yang mulai berguguran. Hasilnya unik dan terlihat super 'mellow' yang menurut kita membuat foto ini cukup dramatis :)


6. Cek Pinterest.
Kalau kehabisan ide, atau pengen bereksperimen, cek Pinterest, dan ikuti foto bunga yang kamu suka sehingga kamu bisa dapetin ide baru^^

Masih ada puluhan bahkan ratusan cara lagi untuk memotret bunga, tergantung kreativitas masing-masing yang motret. Tapi foto bunga itu bener-bener asyik dan bisa bikin kita lupa waktu XD

Note : Ingat jangan cepat menyerah di saat kamu berkesperimen, kalau hari ini nggak puas dengan hasilnya, besok coba lagi dengan pikiran dan semangat yang baru. Setelah latihan berkali-kali pasti fotomu akan menjadi lebih baik^^

Selamat latihan! :D
________________________

Di post khusus Photography Exercises ini kita share sebagai catatan pribadi kita sekaligus latihan dari apa yang kita pelajari selama ngeblog tentang fotografi dari buku/ internet/ temen/ dll. Post ini akan kita buat di tiap akhir bulan.


Senin, 19 Oktober 2015

Monday's Love Pick 117 : LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss Dreamy and Stunner

Minggu ini kita memilih  LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss Dreamy and Stunner sebagai pilihan di hari Senin. Kalau kamu udah sering mampir ke blog kita dalam minggu-minggu terakhir ini, kamu pasti sering lihat kita sebut ke dua lipstick ini, lipstick yang akhir-akhir ini kita gunakan. 

Alasan kenapa lipstick ini kita beli, karena kita memang nggak punya lipstick yang benar-benar matte. Sekarang kan memang lagi trend lipstick matte, jadi kita juga pengen coba. Kita pilih warna dreamy karena kita pengen punya lipstick matte yang warnanya nude sehingga bisa dipakai sering-sering. Kemudian kita juga pilih warna stunner, karena waktu pertama kita ngelihat warna ini kita langsung jatuh cinta dengan ungunya. Ini lipstick matte ungu terang pertama kita. Kita pernah punya lipstick ungu agak pink tapi nggak pernah yang benar-benar ungu :D Untungnya waktu dicoba cocok buat kita berdua.


Untuk ketahanan kedua lipstick ini cukup lama, karena bentuknya seperti lapisan yang menutup bibir, jadi benar-benar awet. Maka itu walaupun kamu punya warna bibir yang gelap atau nggak rata, lipstick ini bisa meng-cover sempurna. Kedua warnanya sangat intense dan pigmented banget. Cukup diaplikasikan 1-2 layer udah keluar warnanya. Karena teksturnya pekat, jadi setelah digunakan akan terasa sedikit lengket. Buat kita nggak terlalu masalah.

Bentuk tempatnya mirip lipgloss.

Aplikatornya mudah digunakan di bibir.

Untuk warna LA Girl Dreamy, warnanya nude dan warm. Cocok untuk make up simple, atau bisa juga dipadukan dengan make up smokey eyes.
Untuk warna LA Girl Stunner, warna ungunya cukup terang, sehingga nggak terlihat terlalu pucat atau seperti orang sakit. Menurut kita ungunya fun banget^^
Hasil lipstick LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss sangat matte. Walaupun begitu saat dipakai nggak bikin bibir kita yang gampang kering terlihat pecah-pecah (salah satu alasan kenapa kita sampai saat ini khawatir menggunakan lipstick matte karena takut bibir terlihat terkelupas, tapi ternyata kedua lipstick ini ok banget di bibir, nggak bikin bibir terlihat pecah-pecah).

LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss Dreamy
Untuk Ai Ni, lipstick warna Dreamy ini digunakan dengan sedikit make up mata smokey eyes yang ringan, untuk menyeimbangkan warna bibir.
Sedangkan Eve menggunakan make up mata tipis sehingga hasilnya natural dan bisa dipakai untuk sehari-hari.

LA Girl Matte Flat Finish Pigment Gloss Stunner
Untuk warna stunner ini biar lebih amannya, gunakan make up mata natural seperti cokelat/ abu-abu/ hitam, karena warna liptick ungu udah cukup menjadi pusat perhatian. Jadi make up matanya lebih baik warna natural. Ada temen kita yang ragu pakai lipstick ungu, tapi ada juga yang suka banget. Ada yang waktu itu beli sampai beberapa buah lipstick ini untuk diberikan ke teman-temannya lagi, karena warna lipstick ini agak jarang didapatkan dari merk lain dengan harga yang terjangkau hehe^^


Kalau kamu tahu kulit kita berdua sangat berbeda jenisnya, Ai Ni lebih terang, dan Eve lebih gelap. Tapi kedua lipstick ini cocok banget di bibir kita, makanya jadi salah satu lipstick yang kita pakai sering-sering.

Kita suka banget semua warnanya, pengen koleksi lagi warna lainnya XD.

Kamu sendiri suka warna lipstick apa? :) Beli di sini


Sabtu, 17 Oktober 2015

Personal 15 : Di Saat Dollar Tidak Menentu


Beberapa bulan terakhir ini, aku (Eve) lagi ngalamin masalah yang cukup bikin kepikiran sepanjang waktu yaitu masalah keuangan. >.< Aku tahu memang akhir-akhir ini juga temen-temen dan orang-orang sekitar banyak yang menghadapi masalah yang sama. Ada temenku yang curhat sampai nggak bisa bayar listrik. Untung aku masih bisa bayar, tapi tetep aja aku nggak bersyukur, tetep panik. Padahal sebetulnya dalam masalah keuangan ini, aku masih dikasih Tuhan buat jalan-jalan, karena ada saudaraku yang bayarin buatku.

Tapi tetep aja setelah balik dari liburan, aku mulai stress lagi. Kayaknya semua cara uda dilakukan buat selesaiin masalah ini, tapi entah kenapa selalu ujungnya mentok. Rasanya bukan membaik, malah tambah parah. Masalahnya sebenernya nggak terlalu berat (aku masih bisa makan, masih bisa bayar tagihan internet, masih bisa pergi kemana-mana) cuma karena masalahnya udah berbulan-bulan dan kelihatannya nggak ada jalan keluar, lama-lama aku jadi stress sendiri. Khawatir banget, gimana kalau sampai seumur hidup 'melarat' kayak begini. Jujur, rasanya jadi males buat ngapa-ngapain. Jenuh dan bosan, buat tidur aja rasanya males. Males besok musti bangun dan ngadepin masalah yang sama.

Aku ngerti secara teori, nggak usah khawatir karena Tuhan bilang Dia yang akan pelihara hidupku, nggak mungkin ditinggalkan dengan keadaan seperti ini sampai seumur hidup. Tapi ketika uda berbulan-bulan masih nggak selesai-selesai juga aku meledak. Dibilang marah sebenernya enggak, tapi aku nangis dan nuntut ke Tuhan. "Tuhan, Engkau bilang kan kamu Bapaku, turun tangan dong, masa ayah lihat anaknya penuh masalah gini Engkau nggak tolongin. Aku datang minta tolong sebagai anak, kalau bukan lari ke Bapaku aku musti minta tolong siapa lagi." Di situ aku uda betul-betul putus asa. Karena semua cara uda aku lakuin, tapi tetep nggak nemu jalan keluarnya. Dan aku merasa ditinggal sendirian nggak ada yang bisa tolongin aku. Bahkan Tuhan kok rasanya nggak tolongin.

Tapi Tuhan punya cara buat ngejawab, bukan dikasih milyaran dollar atau dikasi emas permata, tapi jawabannya unik. Banyak orang yang tanya gimana Tuhan ngomong ke kita, banyak orang pikir, mungkin Tuhan ngomong audible di telinga. Tapi Tuhan punya banyak cara buat ngejawab, dan ini salah satunya.

Jadi aku dimintai tolong oleh gerejaku buat jadi penerjemah salah satu pembicara luar. Sebenernya uda pengen banget nolak, karena aku not in the mood untuk menerjemahkan. Lagipula, aku ini nggak terlalu punya pengalaman nerjemahin orang, karena di gerejaku orang yang buat nerjemahin memang kurang, mau nggak mau, aku yang disuruh. Bisa Bahasa Inggris dan bisa menerjemahkan adalah dua hal yang SANGAT berbeda. Ditambah hatiku lagi capek, jadi ngapa-ngapain rasanya males. Pengennya ikut ibadah aja dan dengerin kotbah dengan tenang. Cuma karena memang waktu itu lagi nggak ada orang lain yang bisa jadi penerjemah, jadi dengan terpaksa aku mengiyakan. Aku inget banget aku sampai ngomong ke Ai Ni, aduh aku males banget nih terjemahin, tapi mau gimana lagi.

Dan benar waktu menerjemahkan aku merasa bener-bener kacau. Waktu itu pembicaranya punya aksen Bahasa Inggris yang agak kental, jadi aku agak susah nangkep maksudnya. Belum lagi dia ngomongnya cepet banget, sampe rasanya aku nggak ada jeda untuk nafas. Aku merasa aduh aku ngomong apa sih, sampe setengah jalan rasanya pengen angkat tangan dan bilang ke temenku yang lain, "gantiin aku dong, uda nggak sanggup terjemahin nih, capek." Tapi nggak mungkin di tengah-tengah ibadah aku ngomong seperti itu, pasti semua pikir aku agak 'kurang normal' haha. Jadi aku tetep lanjutin sampai selesai, yang aku percaya aku bisa cuma karena anugrah Tuhan.

Ketika sudah selesai (Puji Tuhan akhirnya selesai juga >.<), pembicaranya tiba-tiba samperin ke aku dan bilang, "Terimakasih ya, kamu menerjemahkannya luar biasa sekali, saya sangat diberkati." Aku langsung bengong, kaget, dan cuma bisa bilang, "Enggak, saya hari ini kacau sekali, Bapak nggak ngerti Bahasa Indonesia makanya Bapak bilang bagus, coba kalau Bapak ngerti pasti tau saya ngomongnya kacau banget." Karena aku memang udah nggak tau ngomong apa waktu terjemahin, otakku blank!

Dan tiba-tiba pembicara ini ngeluarin sesuatu dari kantongnya, mungkin sapu tangan, namanya Bapak-bapak pasti punya sapu tangan, tapi ternyata uang dollar, memang nggak banyak tapi lumayan bisa buat beli ayam goreng buat makan ramai-ramai. Otomatis aku langsung menolak. Aku seumur-umur nggak pernah denger ada pembicara yang kasih penerjemahnya uang. "Jangan, ini pelayanan saya, saya nggak mau dibayar." Tapi dia lanjut bilang, "enggak, enggak kamu luar biasa sekali, cara kamu menerjemahkan penuh dengan semangat, saya sangat diberkati. Saya melihat ada pancaran sukacita dari mata dan senyummu, dan itu sangat memberkati saya. Bahkan kalau saat ini saya punya hadiah kecil, kotak kecil apapun yang bisa saya kasih, saya akan kasih ke kamu. Ketika lihat kamu, saya seperti melihat putri saya sendiri. Saat ini saya cuma punya uang ini, jadi tolong diterima."

Aku bengong dan nggak tahu ngomong apa, kemudian dia juga bilang, "banyak orang yang sering terjemahin kotbah saya tapi saya merasa ada yang berbeda dari cara kamu menerjemahkan."

APA??? Aku terjemahinnya kacau banget dan Bapak bilang cara saya terjemahin bagus? Mungkin Bapak lagi eror kali atau lagi kenapa...

Tapi tiba-tiba Tuhan seperti berkata ke aku "Nak, kamu lihat, orang ini baru pertama kali ketemu dan kenal kamu aja nggak, tapi dia mau kasih kamu uang. Apalagi Aku Bapamu di surga, masa Aku nggak mau kasih kamu uang? Masa Aku lihat kamu susah Aku nggak mau tolong? Mana mungkin kamu lagi kesulitan Aku nggak mau jawab, jangan pernah ragukan kasihKu sebagai Bapa ke kamu. Kamu putriKu."

Aku putri-Nya Tuhan yang punya langit dan bumi, tapi aku beberapa bulan ini ngerengek-rengek kayak bayi, nggak tahu diri dan manja.

Waktu aku dengar seperti itu rasanya ada yang menembus tepat di jantung. Aku langsung kepingin nangis, tapi malu kalau langsung nangis di depan Bapak bule itu. Jadi aku tahan air mataku (nangisnya nanti kalau udah pulang ke rumah pas sendirian aja, lebih enak).  Aku bilang ke Beliau, "Terimakasih banyak Pak, saya bisa merasakan kasih Tuhan lewat Bapak." Dia tepuk pundak aku, dan dia bilang dia mau berdoa buat aku.

Ini sudah terjadi sekitar beberapa minggu yang lalu. Dan masalahku sampai saat ini masih belum selesai, tapi entah kenapa seperti ada beban berton-ton yang diangkat dari hidupku. Cara Tuhan jawab aneh-aneh. Dia nggak kasih aku duit yang banyak karena aku tau, masalah ini sudah bukan masalahku sendirian. Aku punya seseorang yang bisa aku andalkan yaitu Bapaku di surga. Dia yang jamin masalah ini akan selesai pada waktunya dan masa depanku penuh harapan. Dan itu bikin hatiku jadi sangat tenang. 

Minggu depannya di gereja, aku langsung ceritain ke temen-temenku. Aku tau akhir-akhir ini banyak yang lagi punya masalah keuangan. Waktu aku cerita ini, ada temenku yang matanya berkaca-kaca bilang ke aku. "Eve, aku juga ngalamin masalah yang sama. Thank you buat sharingnya. Ternyata Tuhan nggak tinggalin aku."

Aku seneng waktu ceritaku bisa nolong orang lain. Aku sebetulnya bukan orang yang suka cerita ke orang-orang tentang masalah pribadiku. Malu banget kasih tau 'seluruh dunia' tentang 'masalah aku lagi miskin, nggak punya duit' >.<. Aku pengennya kelihatan baik-baik aja, kelihatan OK, dan nggak ada masalah, (kalau bisa kelihatan seperti orang kaya :P). Aku lebih suka nutupin masalah ini dan aku simpen sendiri. Tapi aku merasa Tuhan baik banget sama aku, dan aku pengen cerita ke semua orang, Tuhan ITU BAIK!!!

Dollar dan keadaan ekonomi sedang nggak menentu. Orang-orang yang punya uang dan simpanan pada bertanya-tanya simpan apa? Beli apa? Beli dollar, rupiah, atau investasi dimana? Semua orang bingung.

Nah kalau orang yang sedang nggak punya uang simpanan, untuk makan sehari-hari aja pas-pasan mau investasi dimana coba?

Aku ingat dulu sekitar beberapa tahun lalu, aku ngomong sama temenku yang jual asuransi, aku tanya, "asuransi di tempatmu aman nggak? Aku ngeri simpen uang di asuransi, nanti setelah beberapa tahun uangku hilang atau gimana... Jadi sebelum aku masuk asuransi aku tanya dulu yang bener."

Temenku jawab dengan lihainya, "Semua asuransi, uang, tabungan, atau investasi apa aja pasti ada resikonya. Nggak ada jaminan yang pasti. Cuma ada satu asuransi yang paling aman."

Aku bengong dengerin. Asuransi apa? Aku mau daftar.

Dia lanjurin omongannya, "asuransi Kerjaan Surga."

LOL. LOL Aku ketawa. Tapi omongannya memang bener, yang punya uang bertanya-tanya dan bingung mau simpen dimana? Yang nggak punya uang bingung mau makan apa? Semuanya pasti ada masalah dan kebingungan sendiri.

Cuma yang pasti lebih baik kumpulin harta di surga, dimana ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya (Mat 6:20).

Tuhan nggak kasih aku uang banyak buat jawaban doaku, karena Tuhan tahu, manusia dikasih uang berapapun banyaknya pasti tetap khawatir, bingung, dan banyak yang hidupnya malah nggak beres. Tuhan kasih aku janjiNya, biar aku hidup bukan karena uang, tapi karena janji Tuhan dalam hidupku. Kalau Tuhan kasih aku langsung uang yang banyak, pasti aku terus harapin uang, bukan harapin Tuhan (lama-lama bisa jadi mata duitan!).

Sekarang aku tahu, Tuhan sedang mendidikku, seperti seorang Bapak mendidik anaknya. Walau ada masalah seperti apa, aku tahu, uang bukan jalan keluar dan nggak pernah jadi jalan keluar.

Jalan keluar dalam hidupku hanya Tuhan.

Aku harap ceritaku bisa jadi penyemangat buat kalian-kalian juga yang lagi hadapin masalah. Baik itu besar atapun kecil. Kalau kita uda nggak punya lagi siapa-siapa untuk dimintai tolong, panggil Tuhan, sampai waktunya Tuhan pasti akan angkat kita. Jangan takut, percaya saja :)


Rabu, 14 Oktober 2015

Perbandingan Pensil alis Etude, Holika, The Face Shop, dan Pixy

Udah lama kita nggak bikin perbandingan lagi, di post kali ini kita akan buat perbandingan ke empat pensil alis yang kita punya yaitu :

Pixy Eyebrow Brown

Harganya terjangkau dan nggak terlalu mahal, tidak perlu diraut
Bentuk pensil alisnya mudah digunakan saat menggambar pensil alis
Packaging agak rapuh

Harganya paling mahal, tapi packagingnya punya kualitas yang paling bagus dan tidak rapuh dibandingkan Etude dan The Face Shop
Tidak perlu diraut
Bentuk pensil alisnya mudah digunakan saat menggambar pensil alis

Harganya terjangkau dan nggak terlalu mahal, tidak perlu diraut
Bentuk pensil alisnya mudah digunakan saat menggambar pensil alis
Packagingnya cukup kuat dibandingkan merk Etude.

Pixy Eyebrow Brown
Harganya murah 
Agak sulit digunakan untuk pemula, karena bentuk ujungnya lancip (tidak miring)
Perlu diraut (menurut kita ini agak repot, karena ketika lagi mau buru-buru pakai pensil alis, eh ternyata pensil alisnya udah harus diraut >.<)
Packagingya cukup kuat karena berbentuk pensil

Kita ini bukan orang yang mahir menggambar alis, makanya kita butuh alat yang tepat dan gampang dipakai, kita suka pensil alis Korea yang nggak perlu diraut, yang bentuknya agak miring sedikit sehingga waktu digunakan buat gambar alis sangat gampangggg!!! 

Untuk yang tipe seperti pensil Pixy, kita punya kesulitan untuk memakainya karena bentuknya memang seperti pensil yang ujungnya runcing. Jadi agak susah digunakan (menurut kita loh).
Pada jaman duluuuu banget saat pensil alis Korea yang bentuknya miring dan nggak perlu diraut belum musim seperti sekarang, kita punya pensil alis yang bentuknya seperti pensil alis Pixy (merknya lupa). Kita sebel banget kalau disuruh menggambar alis, sampai akhirnya kita coba beli merk Etude kemudian menggambar alis jadi lebih mudah dan gampang, setelah itu baru coba merk The Face Shop dan Holika.

Etude, Holika, The Face Shop semuanya made in Korea, kecuali merk Pixy (lihat gambar).


Walaupun sama-sama miring, sudutnya (Etude, Holika, The Face Shop), tapi ke 3 jenis pensil tersebut punya kemiringan yang berbeda, Eve lebih suka yang Holika, dan Ai Ni lebih suka yang The Face Shop.

 Bentuk ujungnya seperti kuas alis, kecuali yang merk Pixy.

Kita udah beli pensil alis Etude 3x, The Face Shop 2x, Holika baru 1x, dan Pixy baru 1x.
Kedepannya mungkin kita pengen coba juga merk lain, tapi pokoknya yang Holika dan The Face Shop jadi kesukaan kita saat ini XD

Ukuran panjang masing-masing pensil alis. Untuk Pixy memang yang paling banyak isinya :) Holika ke 2, The Face Shop ke 3, dan Etude ke 4

Warnanya sendiri menurut kita nggak terlalu berbeda saat di foto dan saat digunakan. Jadi kita nggak bicara banyak tentang warna. Yang pasti semua warna yang kita pilih cokelat, karena warna cokelat bikin wajah lebih segar dan fresh dibanding warna hitam atau abu-abu.

Saat kita cuci dengan air dan dilap keras, semuanya punya ketahanan yang hampir mirip. Tapi walaupun kita melakukan percobaan di tangan seperti ini, menurut kita saat digunakan di alis, yang paling awet adalah merk Holika, dan yang paling cepat luntur adalah Etude.

Berikut perbandingannya saat digunakan:




4. Pixy Eyebrow Brown
Untuk pensil alis Pixy ini, kita harus menggunakan dengan perlahan-lahan saat mengisi alis, dan biasanya butuh agak lama menggambar alis dengan pensil ini. Kalau kamu perhatiin banget, di foto alis yang menggunakan Pixy (gambar bawah), Eve agak sulit menggambarnya di alis, sehingga alis Eve yang kanan ujungnya kurang rata.

Kesimpulan:
Menurut kita, pensil alis sangat mempengaruhi untuk mendapatkan bentuk alis yang bagus. Kalau pensil alis yang kita pakai nggak cocok dengan yang kita suka, agak sulit menggambar alis dengan bentuk yang kita ingini. Sama seperi menggunakan ball pen buat menulis, waktu jaman sekolah dulu, kita suka merk ball pen yang enak dipakai, kalau yang nggak enak dipakai rasanya nulis jadi berantakan >.< (ada yang pernah rasain juga?). 

Apa pensil alis kesukaanmu? ^^