ShareThis

Sabtu, 05 November 2016

Pengalaman belanja di Ikea Alam Sutera

Dulu waktu kuliah kita sering ke Ikea, waktu saat pertama kali ke Ikea, kita kampungan banget (itu sekitar tahun 2004, ketika Ikea belum masuk ke Indonesia) kita selalu ngomong nanti kalau punya rumah sendiri, kita pengen beli ini, itu, ini, semuanya mau LOL. Di tahun 2004 itu kita nggak pernah liat yang namanya perabot keren-keren terus tersusun seperti rumah beneran gitu. Temen-temen kita semua juga ngomong begitu, karena kita kan lagi nge-kos, jadi nggak mungkin beli perabotan dan furniture di sana. Sekarang udah punya rumah sendiri, ke Ikea untuk beli perabotan langsung pusing, karena pengen ini, itu, ini, itu, tapi uangnya ehmm... cuma bisa beli yang bener-bener dibutuhin aja, nggak bisa mau ini itu, harus ada budgetnya LOL. Waktu kuliah bener-bener polos haha :P

Kali ini buat cari beberapa kebutuhan pindahan, kita beberapa waktu lalu ke IKEA, udah beberapa kali ke Ikea, tapi cuma lihat-lihat aja. Kali ini kita berburu beberapa barang buat ngisi rumah. Penasaran dengan apa yang kita beli? Yuk dicek post ini^^

Rp 299.000
Product dimensions
Luminous flux: 100 Lumen
Height: 32 cm
Shade diameter: 12 mm
Cord length: 1.9 m
Power: 3.0 W
Produk yang kita beli adalah lampu untuk di samping tempat tidur, kita beli HÅRTE LED work lamp karena bisa digunakan di samping tempat tidur dan di meja kerja. Multifungsi!
Enaknya lampu HÅRTE LED lamp ini bisa diputar-putar ujungnya, jadi kita bisa muter lampunya kalau terlalu silau.
Warna lampunya putih agak kekuningan. Di foto ini kelihatannya putih, tapi sebenarnya lebih warm dari foto ini.
Bentuk dari HÅRTE LED lamp ini super simple dan nggak ribet, makanya kita suka banget dengan model lampu ini. Tapi Papa kita nggak suka katanya bentuknya aneh :P
Karena menggunakan LED, HÅRTE LED work lamp lebih hemat listrik.
Bisa disampungkan melalui kabel USB juga.
Pertama beli lampu ini, agak ragu karena harganya lumayan mahal, kita tadi pengen model JANSJÖ
LED work lamp yang lebih murah, tapi karena kita lebih suka sama pantualan cahaya pada HÅRTE yang berbentuk lurus jadi akhirnya kita memilih si HÅRTE ini^^

2. HEAT Pot stand, cork
Rp 29.900 / 3 pieces
Produk lain yang kita beli adalah tatakan untuk menaruh panci panas atau gelas dll. Produk ini lumayan juga buat tatakan, tapi nggak terlalu kuat kualitasnya, pemakaiannya harus hati-hati agar tidak patah dan usahakan jangan terkena air agar tidak cepat rusak.
Setelah beli produk ini, kita suka untuk tatakan kue, makanan, atau gelas di samping meja kerja agar tidak berantakan di meja^^

Kita juga beli sprei untuk tempat tidur di kamar Eve, berikut set yang kita beli.


1. SÖMNIG Sheet set
Rp 379.000
Kita pengen sprei yang warnanya putih dan simple, kita udah cari kemana-mana untuk cari sprei yang warnanya putih, tapi jarang banget, apalagi untuk ukuran 120x200. Kita udah ke beberapa mall dan toko-toko tapi nggak ketemuin sprei putih yang bahannya enak dan harganya ok. Di mall ada sprei putih tapi harganya mau sekitar lebih dari Rp 700.000. Di luar budget kita.
Untuk sprei putih, Ikea mengeluarkan beberapa jenis, dari yang harganya murah sampai mahal. Punya kita kalau nggak salah yang termurah ke-dua atau ke-tiga. Nggak inget pastinya, tapi kita pilih SÖMNIG karena selain harganya masih terjangkau, bahannya lembut banget. Ai Ni juga nanti pengen beli dengan bahan ini kalau kamarnya udah jadi hehe^^
Sprei ini warna-nya bener-bener putih bersih. Tekstur dari kainnya juga nyaman dan lembut.


2. LJUSÖGA Duvet cover and pillowcase.
Rp 399.000
Key features
• Cotton, feels soft and nice against your skin.
•  Concealed press studs keep the quilt in place.
LJUSÖGA ini terdiri dari sarung selimut dan sarung bantal kepala, tidak termasuk sprei. Untuk sprei-nya kita beli terpisah. Memang set yang dijual agak berbeda dengan set yang biasanya kita beli di toko-toko lain yang biasanya terdiri dari sarung bantal kepala, bantal guling, dan sprei. Kita pilih LJUSÖGA karena warna putihnya nyambung sama warna sprei, dan bunga-bunganya juga manis, kecil-kecil gitu. Harganya juga paling nggak terlalu mahal dibanding yang type lain. Jadi kita memutuskan buat beli LJUSÖGA. Bahan LJUSÖGA nggak selembut sprei SÖMNIG yang kita beli, tapi juga tetep nyaman dan enak digunakan.


3. MYSKGRÄS Quilt, cooler
Rp 100.000
Key features
• If you often feel warm, this thinner quilt with less filling is a good choice.
• A good choice if you are allergic to dust mites since the quilt is machine-washable at 60°C, a temperature that kills dust mites.
Ini adalah selimut yang paling murah yang kita beli. Jadi di Ikea ada beberapa jenis selimut dari yang paling murah seri MYSKGRÄS, sampai yang jutaan. Setelah mikir-mikir dan hitung-hitung, kita pilih yang MYSKGRÄS. Kita akui bahan dari MYSKGRÄS sama sekali nggak terlalu lembut, dan kualitasnya juga nggak terlalu bagus. Kita nggak yakin apakah setelah dicuci berkali-kali masih bagus dan bisa dipakai, karena kualitasnya bener-bener nggak terlalu meyakinkan. Tapi setelah kita pikir begini, walaupun bahannya agak kasar, toh nanti juga dipakaikan sarung lagi, jadi kasarnya nggak terlalu terasa. 
Di atas seri MYSKGRÄS ada yang murah juga seharga 200-300ribuan, harganya 2-3 kali dari MYSKGRÄS. Akhirnya kita beli MYSKGRÄS yang paling murah ini :P karena kita mikir kalau memang udah dicuci berkali-kali rusak, mending beli aja yang baru. Jadi istilahnya kalau rusak beli baru jadi kita dapet yang baru terus LOL. Tapi mudah-mudahan aja selimut ini awet.

Setelah kita pakai dan dimasukan ke dalam sarung selimut, ternyata MYSKGRÄS ini lumayan nyaman. Dengan seri MYSKGRÄS untuk cooler, lebih nyaman untuk kamu yang nggak suka selimut yang bikin panas. Jadi di Ikea biasanya ada 2 pilihan selimut cooler atau warmer. Kita suka yang nggak terlalu hangat, maka kita pilih cooler. Oh ya selimut ini juga tipis, cocok buat kita yang nggak suka selimut terlalu tebal.

_______________________________

Kita menemukaan sesuatu yang menarik, waktu kita kuliah, ketika Ikea belum masuk ke Indonesia, temen-temen kita ngomong kata Ikea dengan pelafalan ee-kay-uh ([ɪˈkeːˈa]), tapi setelah di Indonesia, temen-temen kita di Indonesia ngomongnya eye-kee-ah (/aɪˈkiːə/). Waktu kita cari di Google ternyata, orang Amerika ngomong Ikea dengan pelafalan eye-kee-ah, sedangkan untuk Bahasa aslinya yaitu Bahasa Swedia dilafalkan dengan kata ee-kay-uh.

Info ini kita dapatkan di Wikipedia:
Pengucapan IKEA adalah /i'ke.a/ seperti cara membaca bahasa Indonesia namun pengucapan lainnya yang banyak digunakan adalah /aɪ'ki:ə/ seperti kata bahasa Inggris, 

Note: 
Belanja di Ikea lumayan enak, tapi hindari hari-hari besar atau libur, karena ramainya luar biasa. Kalau kamu memang berencana untuk belanja datanglah di pagi hari saat Ikea baru buka karena kalau udah siang dan ramai agak susah cari parkir. Enaknya belanja di Ikea adalah parkirnya gratis, jadi bisa betah lama-lama di Ikea :D Selain itu enak juga, kalau udah capek belanja, boleh bebas duduk di bangku sofa-sofa Ikea, sambil cobain kenyamananya. Bahkan untuk di Ikea China, banyak orang yang datang sengaja untuk tidur siang karena nyaman dan untuk menghindari summer yang sangat panas seperti yang kita baca di post ini. LOL

Setiap kali ke Ikea, pasti juga kita selalu mampir ke restaurantnya, sambil istirahat dan menikmati makanan di Ikea yang terkenal, yaitu bola daging! XD Ngomong-ngomong es krimnya juga enak, tapi kalau lagi ramai, ngantrinya lumayan juga :P



Karena masih banyak yang mau kita beli untuk produk-produk rumah, kita akan bulak-balik ke Ikea, jadi mungkin kita akan ngebahas banyak tentang Ikea :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar