ShareThis

Senin, 19 Juni 2017

Review Jellys Cream dari Thailand untuk whitening

Kali ini kita akan review rangkaian produk Jelly dari Thailand yang merupakan produk sponsor dari Jellys. Memang akhir-akhir ini produk kecantikan dari Thailand sedang booming dan lumayan diminati oleh banyak orang. Kalau kamu suka produk Thailand, yuk cek post ini^^

Review Jellys Pure Cream:
• Mencerahkan dan melembutkan kulit
• Teskturnya agak creamy dan butuh waktu untuk menyerap
• Punya wangi yang cukup kuat
• Mengandung Glutathione dan Vitamin E yang berfungsi untuk whitening dan anti aging
Warnanya putih dan teksturnya cukup kental. Walaupun butuh beberapa saat untuk menyerap, tapi setelah menyerap, hasilnya tidak lengket.
Setelah dibaurkan.
Before after setelah menggunakan Jellys Pure Cream, yang gambar tangan kiri setelah menggunakan Jelly Pure Cream, yang tangan kanan sebelum menggunakan Jellys Pure Cream.

Review Jellys Pure Underarm Cream:
• Punya aroma wangi yang lembut dan feminine
• Teksturnya agak kental dan berwarna biru 
• Karena kita nggak suka pakai produk di area ketiak atau underarm jadi kita gunakan produk ini untuk daerah siku atau telapak kaki yang kusam, setelah pemakaian memang kulit yang dioleskan krim ini jadi cerah seketika
Teksturnya seperti body lotion biasa hanya saja saat diaplikasikan memang terasa kulit langsung cerah.
Setelah pemakaian Jellys Pure Underarm Cream. Left (after) & right (before)

Review Jellys Pure DD Cream:
• Langsung membuat kulit putih instant setelah pemakaian 
• Seperti pada DD Cream lainnya, krim ini berfungsi seperi bedak cair untuk tubuh, sehingga kulit terlihat lebih bersih dan cerah karena diaplikasikan DD Cream 
• Packagingnya paling higienis dibanding produk Jellys yang lain karena  berbentuk pump
Saat dipaplikasikan.
Sebetulnya saat digunakan, cukup dipakai sedikit saja, tapi karena biar terlihat lebih jelas di foto maka kita gunakan agak tebal :)
Before after setelah pemakaian Jelly Pure DD Cream. Left (after) & right (before).

Review Jellys Pure Soap:
• Sabunnya banyak busa dan punya wangi yang cukup kuat
• Mirip seperti sabun mandi batang pada umumnya
• Walaupun produk ini untuk tubuh tapi kita sempet coba untuk sabun cuci muka juga, lumayan juga enak dipakai untuk muka
• Setelah pemakaian tidak membuat kulit kesat
• Membantu mencerahkan 
Busanya banyak! XD
Setelah pemakaian Jellys Pure Soap. Left (after) & right (before)


Kesimpulan:
Design dari Brand Jellys ini lucu-lucu banget, kesukaan kita memang warna pink, hanya saja packagingnya terbuat dari plastik jadi rentan pecah kalau jatuh. Untuk pure underarm cream, saran kita jangan dibawa travelling karena mudah bocor.
Dari ke-4 produk di atas, kita paling suka DD Creamnya, karena bikin kulit langsung putih dan cerah seketika, memang agak butuh waktu untuk dibaurkan saat pemakaian, tapi setelah terbaur ke kulit, kulit jadi lebih putih hehe^^ Packaging-nya DD Cream juga ok banget karena nggak gampang tumpah dan higienis.

Harga produk dari Jellys ini sangat terjangkau, cocok buat kamu yang nggak mau menghabiskan budget besar untuk whitening.

Beli produk Jellys Thailand di sini:

Sabtu, 10 Juni 2017

Pengalaman menggunakan minyak natural untuk wajah

Akhir-akhir ini karena sering baca buku tentang kesehatan dan kecantikan, kita menemukan suatu fakta menarik, bahwa kulit itu adalah 'mulut ke dua' manusia, maka itu saat menggunakan produk yang diaplikasikan ke kulit pastikan produk itu harus aman. Secara ektsrimnya kalau produk tersebut nggak bisa dimakan jangan dipakai di kulit.
 
Kemudian karena penasaran kita mulai cari-cari di Google tentang produk pelembab yang bisa dipakai di kulit dari bahan natural, kita nemuin bahwa ternyata minyak yang ada di dapur itu bisa banget diaplikasikan ke kulit dan hasilnya juga bagus di kulit, jadi kita menggunakan 3 produk ini untuk dicoba: Grapeseed oil (minyak biji anggur), coconut oil (minya kelapa) dan olive oil (minyak zaitun).

Semua minyak yang kita gunakan di atas sangat multifungsi, kita gunakan untuk:
• Pengganti krim wajah, jadi nggak pakai krim apa-apa lagi, hanya tetesin beberapa tetes minyak ke telapak tangan dan digosok lembut menggunakan gua sha.
• Dipakai sebagai body lotion, caranya sama seperti di atas, teteskan beberapa tetes ke telapak tangan dan digosok ke seluruh badan, terutama area yang kering.
• Digunakan sebagai make up remover, jadi kita gunakan untuk membersihkan make up ke seluruh wajah sambil digosok, kita gunakan agak banyak biar make up luntur. Kemudian kita bilas dengan sabun cuci muka biasa.
• Dicampur dengan conditioner, ambil beberapa tetes minyak dan campur dengan conditioner, kita aplikasikan diujung-ujung rambut agar rambut lebih nggak gampang kusut.
• Campurkan dengan Feels Good Make me Clean Cleanse and Scrub (beli di sini) , gosok ke seluruh tubuh atau wajah untuk mengangkat sel kulit mati. Bisa juga digosok ke bibir untuk mencegah bibir pecah-pecah

Setelah hampir 6 bulan perawatan pakai produk alami, kita akan share pengalaman kita:
• Produk alami itu hasilnya nggak instan tapi setelah beberapa lama pemakaian terlihat perubahan yang lumayan pada kulit.
• Aman digunakan, jadi nggak takut walaupun sedang hamil pun masih bisa digunakan, kita ngomong gini karena banyak yang tanya apakah orang hamil boleh pakai produk perawatan merk A, B, C, dll. Sejujurnya kita nggak berani jawab karena kulit orang lain-lain, tapi kalau produk alami bisa dipakai untuk ibu hamil.
• Murah meriah, gampang dicari, dan nggak khawatir dipakai jangka panjang apakah berbahaya atau nggak bagi kulit, apalagi sekarang banyak yang tanya ke kita tentang paraben, SLS, artifical fragrance, dan bahan-bahan lain yang dipakai di produk-produk kecantikan, kalau kamu khawatir, gunakan produk alami!
• Pertama digunakan agak lengket dan nggak nyaman, tapi setelah seminggu, udah biasa dan rasanya kulit juga terasa perbedaannya, lebih sehat, dan kenyal.

Pasti banyak bertanya-tanya apakah nggak lengket, kalau kulit berminyak dan berjerawat gimana? 
Kalau untuk lengket sih iya, tapi lama-lama biasa kok, kan namanya demi kesehatan dan kecantikan, lengket sedikit nggak apa-apa. Kamu juga bisa campurin beberapa tetes minyak ini dengan krim malam/ pagi harian biar nggak terlalu lengket. Nah untuk wajah berjerawat dan berminyak lebih baik di tes dulu apakah cocok menggunakan oil untuk wajah, karena tiap kulit orang beda-beda. Waktu kita search di Google malah ada yang walaupun wajahnya berjerawat dan berminyak tapi cocok pakai minyak. Karena kulit kita sendiri nggak ada masalah minyak dan jerawat untuk saat ini, jadi kita nggak bisa bilang hasilnya. 

Kita sering denger konon katanya sebelum banyak produk-produk kecantikan yang beredar seheboh sekarang bahwa artis-artis Hollywood jaman dulu suka menggunakan minyak-minyak alami untuk wajah dan hasilnya bikin kulit mereka jadi bagus, kita nggak tahu seberapa benar gosipnya, karena kan tiap artis punya rahasianya masing-masing, tapi harus kita akui bahwa menggunakan oil untuk wajah bener-bener bagus banget, memang nggak instant tapi untuk jangka panjangnya aman banget. Ada juga malah orang yang kita kenal, dia beli paket kecantikan sampai jutaan, kemudian nggak cocok, dia malah pakai minyak zaitun untuk wajah dan cocok banget. Waktu kita denger gitu, kita makin semangat dan makin rajin pakai produk natural.

Kita sangat rekomendasikan menggunakan minyak natural alami tanpa campuran apa pun untuk kecantikan karena selain harganya murah (biasanya satu botol besar nggak sampai Rp100.000) produknya aman banget, dimakan aja aman, apalagi diaplikasikan ke kulit XD

Berikut 3 produk yang kita coba:
1. Extra Virgin Olive Oil (beli di sini)
Dulu Ai Ni nggak cocok pakai produk Olive Oil, tapi belakangan ini Ai Ni cocok banget, di antara ke-3 minyak natural yang kita coba di sini, olive oil-lah yang pertama kita coba untuk pakai, ternyata lumayan cocok dan kita pengen juga coba-coba minyak lainnya. Olive Oil cocok untuk kulit yang kering dan bantu untuk mencegah timbulnya keriput juga. Bisa membantu menenangkan radang dan kemerahan pada kulit yang sensitif.

Kita milih yang organik, kebetulan olive oil ini ada yang organik jadi kita beli merk ini.
Di antara ke Grapeseed oil, coconut oil dan olive oil. Olive Oil teksturnya paling kental dan berminyak.

2. Grapeseed oil (beli di sini)
Untuk teksturnya minyak ini lebih ringan dibanding olive oil, lebih gampang menyerap juga. Grapeseed oil atau minyak biji anggur mengandung antioksidan yang sangat kuat dan mengadung vitamin C juga yang bisa membuat kulit terlihat lebih cerah dan sehat. Waktu cek-cek di Google, ada yang bilang bahwa Grapeseed oil bisa bantu untuk masalah jerawat juga, tapi karena saat ini kita nggak ada masalah jerawat,  jadi kita nggak berani ngomong pastinya.

3. Coconut Oil (beli di sini)
Minyak kelapa adalah minyak yang paling ringan dibanding olive oil dan grapeseed oil. Eve paling suka coconut oil karena paling gampang menyerap kulitnya. Kelebihan lain dari coconut oil ini adalah berguna sebagai deep cleanser, campurkan coconut oil dengan Feels Good Make me Clean Cleanse and Scrub (beli di sini) kemudian pijat wajah secara merata. Tutup wajah dengan handuk hangat selama 10-15 menit agar pori-pori terbuka, bilas dengan air hangat agar semua kotoran pada wajah terangkat. Kalau kulit kamu type berminyak boleh bilas lagi dengan menggunakan sabun cuci muka.
Karena minyak ini ringan, jadi teksturnya agak cair, sehingga tidak terlalu terlihat di foto.

Yang perlu diperhatikan:
• Walaupun misalnya sama-sama minyak zaitun tapi beda merk kadang beda hasil, misalnya pernah pakai minyak zaitun merk A, tapi nggak cocok, tapi cocok minyak zaitun merk B, jadi walaupun sama-sama minyak zaitun hasilnya juga beda
Kalau kamu ingin mencoba menggunakan natural oil tapi khawatir nggak cocok, kamu bisa gunakan untuk kulit tubuh terlebih dahulu, kalau cocok kamu bisa gunakan untuk kulit wajah. Kalau sampai udah beli satu botol masih nggak cocok, nggak usah khawatir, minyak ini bisa digunakan untuk keperluan memasak kok :D
Karena minyak natural sangat banyak, kamu bisa coba berbagai macam minyak, selain
Grapeseed oil, coconut oil dan olive oil, kamu bisa coba juga minyak argan, minyak sesame, minyak tamanu, minyak almond, dll
• Untuk kita sendiri, karena ingin mendapatkan hasil kebaikan dari minyak natural, kita suka campur-campur, jadi misalnya pagi pakai olive oil, malam pakai minyak biji anggur. Karena kan benefit tiap minyak lain-lain, jadi istilahnya biar lengkap gizinya LOL.
• Saat mengaplikasikan minyak ke wajah, lebih baik sambil dipijat agar minyak menyerap ke dalam kulit sehingga hasilnya maksimal (kalau tidak dipijat hasilnya seperti minyak cuma ada dilapisan luar kulit aja), nggak perlu pakai banyak-banyak, cukup satu-dua tetes aja udah cukup :) Cara ini nggak sengaja kita temukan, jadi dulu waktu menggunakan minyak, kita cuma aplikasikan tipis-tipis tanpa dipijat, hasilnya nggak terlalu terlihat, kemudian setelah kita coba menggunakan minyak sambil dipijat lembut hasilnya kulit jadi lembut banget.

Karena dipakai setiap hari, kita tuang minyaknya ke botol kosong, ada cleansing oil dewytree yang bekas botolnya kita pakai untuk olive oil, jadi waktu digunakan enak banget tinggal ditekan. Kita punya banyak banget botol kosong Dewytree Cleansing Oil ini karena kita udah habis cleansing oil ini berbotol-botol LOL XD


Senin, 22 Mei 2017

Decor: Boleh nggak niru design kamarnya?

Kita udah 1 bulan nggak mampir ke blog ini buat diupdate, social media pun terbengkalai >.< Tadi juga sebetulnya udah nggak mau nulis dulu karena kewalahan bagi waktu buat kerja, tapi karena banyakkkk banget yang tanya soal dekor kamar Eve yang pernah kita publish di sini, jadi kita luang-luangin waktu buat jawab semua pertanyaan tentang dekor dan kamar, ternyata banyak juga yang pengen dekor-dekor gitu. Berikut beberapa pertanyaannya yang ditanya ke kita. Kita jawab dengan maksud siapa tahu bisa membantu.



Boleh nggak niru design kamarnya?
Boleh banget, kalau kamu merasa kamar kita cocok dengan selera designmu silahkan niru aja, sama persis juga nggak apa-apa. Kita ngomong begini karena kita tahu cari design kamar yang pas tuh susah. Style yang kita mau tuh macem-macem. Ngelihat yang warna-warni mau yang warna -warni, ngelihat yang hitam putih minimalis, pengen yang hitam putih, ngelihat yang pastel pengen yang pastel, ngelihat yang kayu, pengen yang kayu, akhirnya kita milih yang putih aja karena terlalu bingung. LOL

Berapa harga satu set furniturenya?
Harga tergantung bahan, kayu, cat, finishing, dan jasa tukangnya. Hitungannya adalah per meter lari. Ada yang permeter lari Rp 1.500.000 ada yang Rp 3.000.000 ada yang yang Rp 10.000.000, dll. Jadi tergantung tukang kayunya mau kasih kamu harga berapa, kadang-kadang ada yang udah satu set dengan jasa design juga. Jadi tukang kayu dan designer interior kerja sama, jadi kalau kamu minta di design sama designernya, biaya designnya udah free kalau kamu buat furniture di tukang kayu yang kerja sama dengan designernya. Tapi walaupu biasanya free tetep aja harganya lebih mahal dibanding kalau kamu langsung minta tukang kayunya yang bikin sendiri. Kalau kita sih dulu cari-cari gambar di Pinterest, kemudian kita print dan kita kasih tahu ke tukang kayunya mau begini begitu. Tapi kita juga harus mikirin, ukuran lemari baju mau berapa, tinggi ranjang mau berapa, ruang setiap lemari mau berapa karena kalau nggak, tukang kayunya bikin yang standard aja.
Untuk kamar Eve yang kemarin itu, harganya satu set meja, ranjang, dan lemari 28 juta, tapi itu lemarinya sekitar 3 meter dan tingginya sekitar 2,8 meter. Pernah kita ke mall terus ngelihat ada design yang mirip dengan design kamar Eve, kita tanya harganya berapa, ternyata harganya 100 juta, waktu denger gitu kita mau pingsan! Mahal banget dikasih harganya. Maka itu harus pinter-pinter cari jasa yang sesuai budget juga.

Bahan finishing apa yang kalian pakai?
Untuk bahan biasanya ada beberapa yang ditawarkan:
• HPL
Untuk meja kita lebih suka pakai HPL karena lebih gampang dilap dan nggak gampang kotor. Ini contohnya:

Kalau kita bilang HPL ini kaya pelapis gitu, jadi HPL ada banyak motif, motif kayu, motif marmer, motif aluminum, tapi cuma motif aja. Jadi kamu bisa dapetin efek marmer bohongan dengan pakai HPL type marmer, atau kamu bisa dapetin efek kayu dengan menempelkan HPL kayu.
Kelemahannya bisa pudar dan hasilnya nggak semewah duco, tapi tergantung selera juga.
•Melamic
Ini contoh fotonya, kita ambil dari rumah saudara sepupu kita yang kamarnya pakai melamic.
Sistem cat semprot, tapi masih ada efek kayu-kayunya. Jadi lebih cocok buat kamu yang suka type-type agak ada kayu-kayu gitu.

• Duco
Sistem cat semprot, banyak pilihan warna, kesan mewah, harga lebih murah dibanding PU.
Contoh cat duco kita pakai untuk laci di meja ini, kita mengkombinasikan antara HPL dan cat duco. Alasan untuk meja ini kita kombinasi dengan cat duco adalah karena pilihan warna cat duco banyak banget, kita mau warnanya yang agak putih kuning gitu, jadi kita pilih duco ini.
• PU
Ini contoh kamar Eve yang pakai PU semua.
Sistem cat semprot, warna agak terbatas, kesan mewah, agak mahal karena lebih awet dari Duco. Paling mahal dibanding yang lain.


• dan masih banyak lagi sebetulnya. Tapi ke 4 pilihan di atas tadi itu yang jadi pertimbangan kita, kita akhirnya milih type PU karena yang paling awet dan kita suka dengan hasilnya yang doff/ matte.

Bagaiamana memilih tukang kayu yang tepat?
Duh ini susah banget dijawab, sampai hari ini kita juga masih belum selesai dengan dapur dan ruang tamu karena cari tukang kayu yang pas itu susah, kalau ketemu yang ok, tapi harganya nggak ok, ketemu yang harganya ok, hasil kualitasnya nggak suka. Repot memang.
Tapi pengalaman kita nih, cara kita cari begini. Kita keliling komplek rumah, terutama rumah-rumah yang belum jadi kemudian kan biasanya banyak banget tuh tukang yang lagi bangun rumah/ furniture. Kita akan masuk dan tanya jasa mereka. Kemudian enaknya lagi kita bisa lihat-lihat ke rumah tersebut dan lihat hasil langsung dari tukangnya. Cara kita ketemuin tukang kayu yang kita pakai sekarang seperti itu, atau bisa juga dari mulut ke mulut. Tapi kalau dari mulut ke mulut biasanya tetep nggak pas karena belum lihat hasil jadinya. Kalau dateng ke rumah orang yang sedang dibangun bisa enak lihatnya. Karena setelah hampir masuk 10 rumah orang yang lagi renovasi, kita bisa lihat tukang kayu mana yang lebih rapi kerjanya, kemudian mana yang lebih murah jasa tukangnya. Bisa banding-bandingin gitu.
Ada rumah yang kita datengin, terus kita tanya-tanya karena designnya bagus banget, tapi waktu denger harganya ternyata jauhhh dari budget kita LOL.
Nggak perlu malu dateng-dateng ke rumah orang, karena mereka semua biasanya seneng dan bangga kalau ditanya-tanya, hehe.
Kalau bisa juga cari yang nggak jauh dari rumah, jadi kamu bisa pantau perkembanganya. Misalnya nih kemarin kita buat kamar, ternyata setelah kita dateng ke studio tempat buat furniture, hasilnya beda dengan yang kita udah ngomong (karena kadang-kadang ngomong itu bisa salah paham). Untung karena belum selesai dibuat, kita bisa minta diubah-ubah.

Ada nggak tips-tips untuk ide dekor kamar?
• Cek di Pinterest sebanyak-banyaknya, dan kalau bisa mampir ke rumah-rumah orang yang lagi dekorasi buat ngintip design mereka. Ini sangat ngebantu banget, biar bagaimana pun cuma ngelihat gambar di Pinteret pasti nggak seenak ngelihat beneran.
• Sering-sering ke Ikea, Ace Hardware, Informa atau tempat-tempat yang jual furniture untuk cari ide, atau untuk dapetin inspirasi. Waktu kamu ke mall, atau ke cafe, cek-cek juga inspirasi design mereka.
• Saat memikirkan design, pikir juga fungsinya, jangan karena enak dilihat tapi ternyata fungsinya nggak sesuai. Misalnya kamu suka yang design ukir-ukiran, tapi kamu super sibuk dan nggak sempet bersih-bersih rumah, nah design ukir-ukiran tersebut bisa jadi nggak terawat dan cepet kotor. Atau misalnya kamu suka furniture yang besar-besar, tapi rumah kamu kecil, itu juga bisa bikin rumah jadi sesak dan nggak terlihat cantik secara estetika. Karena kita udah sering mampir ke rumah orang yang lagi dekor, kita sering lihat banget, orang yang rumahnya kecil, tapi sofanya besar banget, sampai jalam masuk aja jadi sempit.
• Cahaya lampu sangat berpengaruh, kalau kamu mau kamar yang cozy, kamu bisa pilih warna lampu kamar yang kuning, atau untuk di rumah kita pakai bohlam yang bisa dua lampu (Philips 2 in 1 LED Bulb), bisa kuning bisa putih. Kalau putih untuk kerja, kalau kuning untuk relax. Sekarang jaman udah canggih, jadi enak ada lampu yang punya dua type :D.
• Design lantai sangat berpengaruh. Kalau lantaimu kayu, atau vynil, atau marmer pasti akan memberikan suasana yang beda-beda deh. Kalau kamu suka cozy, kamu bisa pilih yang kayu-kayu gitu, seperti di cafe.
• Tips untuk design lemari baju:
Untuk lemari baju, saran kita adalah pikirkan tentang jumlah baju kamu, kalau baju kamu banyak, buat lemari yang besar. Kalau bajumu sedikit dan kamu bukan orang yang suka beli baju, nggak perlu buat lemari yang besar. Kalau bajumu banyak baju pesta, buat furniture lemari baju, yang lebih banyak baju untuk digantungnya, kalau kamu lebih banyak baju kaos-kaos gitu, bisa lebih banyak lemari ambalannya. Itu yang harus dipikirin juga.
• Tips untuk ranjang:
Pilih ketinggian ranjang yang kamu mau, untuk kamar Eve, ranjangnya tinggi karena mau ada tempat penyimpanan, di bawah ranjang Eve adalah lemari geser. Untuk kamar Ai Ni, bukan lemari geser, tapi laci.


Kok design kamar mahal banget ya?
Memangggg!!! Huhu, kita ngerasa untuk ngelengkapin perabot kita seluruhnya di rumah itu mahal banget, padahal kita udah cari jasa dan barang-barang yang semurah mungkin, tapi tetep aja mahal (jadi curhat :P). Saran kita, pelan-pelan aja, kalau kamu punya budget atau uang banyak kamu mungkin bisa isi perabotan sekaligus, tapi kalau seperti kita, kita bertahap-tahap, jadi bulan ini kamar Eve, bulan depan kamar Ai Ni, gitu. Kalau nggak bisa pingsan LOL LOL.
Seperti misalnya juga kita lebih hemat-hemat dalam pengeluaran, kalau kamu mampir ke rumah kita, TV rumah kita masih type jadul yang besar gitu, sedangkan rumah orang lain TV nya yang tipisssss banget terus lebarnya lebarrrr banget seperti yang dijual di mall-mall, karena kita save money untuk isi furniture dulu. Sama seperti yang kita bilang juga, tentang HP, HP Eve dan Ai Ni sebenernya udah lemot banget, kalau mau nyalain aplikasika mati terus, atau mau bales WA harus restart, tapi demi bela-belain furniture beres, akhirnya beli HP Eve dulu dan Ai Ni masih tahan-tahanin HP yang lama :P Komputer di rumah yang lemot, juga ditahan-tahanin dulu nggak dipugrade, dan kamera yang sering kita pakai Olympus EPL 3 pun nggak bisa nyala sekarang >.< Jadi kita memang kalau udah punya budget harus mikirin beli kamera baru untuk ngeblog. Jadi yah saling ngalah gitu, nggak beli baju juga, nggak makan di mall yang mahal-mahal, pokoknya hemat-hemat banget.
Atau kamu bisa juga, cari perabot yang murah seperti di supermarket-supermarket gitu, satu set isi kamar cuma 10 juta juga ada, tapi buat kita mending kita buatnya bertahap-tahap tapi kualitasnya bagus, karena kan pakainya bisa lama, kalau yang seperti barang supermarket itu nggak terlalu awet, dan secara estetika juga nggak terlalu bagus. Dulu waktu belum punya rumah sendiri, kita pakai yang di Carefour punya furniture, lumayan juga sih hehe, lebih murah, tapi sekarang pengen yang agak bagus.

Kenapa nggak beli produk furniture yang udah jadi, kenapa yang custom?
Sejujurnya produk yang udah jadi itu biasanya lebih bagus hasilnya, hasilnya bisa halussss banget, apalagi kalau buatan pabrik dengan mesin, tapi enaknya custom itu, kita bisa ganti-ganti isi furniturenya, misalnya mau banyak ruang untuk peralatan make up, untuk buku, dll. Jadi kita bisa atur-atur sesuai selera. Lagipula kalau misalnya kita beli custom dengan produk dalam negeri, kita memajukan perekonomian Indonesia dengan memberi lapangan pekerjaan untuk tukang kayu hehe.

Akhir kata...
Design sebuah rumah itu selera, karena yang tadi kita bilang di atas, kita sering ngelihat-lihat rumah orang. Kita akan masuk ke rumah itu, terus kita tanya, "permisi boleh lihat-lihat nggak dekornya?" kadang-kadang ada tukangnya disitu, kadang-kadang ada yang punya rumah juga. Biasanya kita dikasih masuk dan dijelas-jelasin panjang lebar kalau kita tanya-tanya. Orang Indonesia memang ramah-ramah haha... Kemudian setelah kita tanya-tanya, kita cari lagi rumah yang lain, dan ngintip-ngintip lagi idenya. Waktu kita mampir ke rumah-rumah orang gitu, kita ngelihat type tiap orang rumahnya beda-beda, dari 10 rumah yang kita ngintip, sepuluh-sepuluhnya nggak ada yang sama. Rumah itu bener-bener personal banget, beda-beda. Ada rumah seorang Ibu yang designnya ramai banget, semua warna ada, tapi warnanya gelap-gelap, semua warna ditabrak, dengan warna merah, kuning, hijau. Waktu kita masuk ke sana, kita pusing karena dekornya terlalu ramai, terus Ibu itu juga setelah kita ngobrol-ngobrol dia juga mampir ke tempat kita, dan mungkin waktu dia lihat rumah kita yang putih semua, dia mikir, ya ampun nih orang rumahnya kok kosong putih begini... hehe. Tapi biar bagaimana pun kalau kamu merasa nyaman yah terserah aja, kalau kamu suka yang warna-warni tapi orang bilang nggak bagus, yah cuekin aja, pokoknya yang tinggal kan kamu, yang nikmatin kamu, jangan pikirin omongan orang. :D


Ah ngetik panjang lebar seperti ini aja mau 2 jam lebih, udah waktunya kembali kerja, sekarang giliran kamu yang cerita tentang kamarmu! XD