ShareThis

Senin, 22 Mei 2017

Decor: Boleh nggak niru design kamarnya?

Kita udah 1 bulan nggak mampir ke blog ini buat diupdate, social media pun terbengkalai >.< Tadi juga sebetulnya udah nggak mau nulis dulu karena kewalahan bagi waktu buat kerja, tapi karena banyakkkk banget yang tanya soal dekor kamar Eve yang pernah kita publish di sini, jadi kita luang-luangin waktu buat jawab semua pertanyaan tentang dekor dan kamar, ternyata banyak juga yang pengen dekor-dekor gitu. Berikut beberapa pertanyaannya yang ditanya ke kita. Kita jawab dengan maksud siapa tahu bisa membantu.



Boleh nggak niru design kamarnya?
Boleh banget, kalau kamu merasa kamar kita cocok dengan selera designmu silahkan niru aja, sama persis juga nggak apa-apa. Kita ngomong begini karena kita tahu cari design kamar yang pas tuh susah. Style yang kita mau tuh macem-macem. Ngelihat yang warna-warni mau yang warna -warni, ngelihat yang hitam putih minimalis, pengen yang hitam putih, ngelihat yang pastel pengen yang pastel, ngelihat yang kayu, pengen yang kayu, akhirnya kita milih yang putih aja karena terlalu bingung. LOL

Berapa harga satu set furniturenya?
Harga tergantung bahan, kayu, cat, finishing, dan jasa tukangnya. Hitungannya adalah per meter lari. Ada yang permeter lari Rp 1.500.000 ada yang Rp 3.000.000 ada yang yang Rp 10.000.000, dll. Jadi tergantung tukang kayunya mau kasih kamu harga berapa, kadang-kadang ada yang udah satu set dengan jasa design juga. Jadi tukang kayu dan designer interior kerja sama, jadi kalau kamu minta di design sama designernya, biaya designnya udah free kalau kamu buat furniture di tukang kayu yang kerja sama dengan designernya. Tapi walaupu biasanya free tetep aja harganya lebih mahal dibanding kalau kamu langsung minta tukang kayunya yang bikin sendiri. Kalau kita sih dulu cari-cari gambar di Pinterest, kemudian kita print dan kita kasih tahu ke tukang kayunya mau begini begitu. Tapi kita juga harus mikirin, ukuran lemari baju mau berapa, tinggi ranjang mau berapa, ruang setiap lemari mau berapa karena kalau nggak, tukang kayunya bikin yang standard aja.
Untuk kamar Eve yang kemarin itu, harganya satu set meja, ranjang, dan lemari 28 juta, tapi itu lemarinya sekitar 3 meter dan tingginya sekitar 2,8 meter. Pernah kita ke mall terus ngelihat ada design yang mirip dengan design kamar Eve, kita tanya harganya berapa, ternyata harganya 100 juta, waktu denger gitu kita mau pingsan! Mahal banget dikasih harganya. Maka itu harus pinter-pinter cari jasa yang sesuai budget juga.

Bahan finishing apa yang kalian pakai?
Untuk bahan biasanya ada beberapa yang ditawarkan:
• HPL
Untuk meja kita lebih suka pakai HPL karena lebih gampang dilap dan nggak gampang kotor. Ini contohnya:

Kalau kita bilang HPL ini kaya pelapis gitu, jadi HPL ada banyak motif, motif kayu, motif marmer, motif aluminum, tapi cuma motif aja. Jadi kamu bisa dapetin efek marmer bohongan dengan pakai HPL type marmer, atau kamu bisa dapetin efek kayu dengan menempelkan HPL kayu.
Kelemahannya bisa pudar dan hasilnya nggak semewah duco, tapi tergantung selera juga.
•Melamic
Ini contoh fotonya, kita ambil dari rumah saudara sepupu kita yang kamarnya pakai melamic.
Sistem cat semprot, tapi masih ada efek kayu-kayunya. Jadi lebih cocok buat kamu yang suka type-type agak ada kayu-kayu gitu.

• Duco
Sistem cat semprot, banyak pilihan warna, kesan mewah, harga lebih murah dibanding PU.
Contoh cat duco kita pakai untuk laci di meja ini, kita mengkombinasikan antara HPL dan cat duco. Alasan untuk meja ini kita kombinasi dengan cat duco adalah karena pilihan warna cat duco banyak banget, kita mau warnanya yang agak putih kuning gitu, jadi kita pilih duco ini.
• PU
Ini contoh kamar Eve yang pakai PU semua.
Sistem cat semprot, warna agak terbatas, kesan mewah, agak mahal karena lebih awet dari Duco. Paling mahal dibanding yang lain.


• dan masih banyak lagi sebetulnya. Tapi ke 4 pilihan di atas tadi itu yang jadi pertimbangan kita, kita akhirnya milih type PU karena yang paling awet dan kita suka dengan hasilnya yang doff/ matte.

Bagaiamana memilih tukang kayu yang tepat?
Duh ini susah banget dijawab, sampai hari ini kita juga masih belum selesai dengan dapur dan ruang tamu karena cari tukang kayu yang pas itu susah, kalau ketemu yang ok, tapi harganya nggak ok, ketemu yang harganya ok, hasil kualitasnya nggak suka. Repot memang.
Tapi pengalaman kita nih, cara kita cari begini. Kita keliling komplek rumah, terutama rumah-rumah yang belum jadi kemudian kan biasanya banyak banget tuh tukang yang lagi bangun rumah/ furniture. Kita akan masuk dan tanya jasa mereka. Kemudian enaknya lagi kita bisa lihat-lihat ke rumah tersebut dan lihat hasil langsung dari tukangnya. Cara kita ketemuin tukang kayu yang kita pakai sekarang seperti itu, atau bisa juga dari mulut ke mulut. Tapi kalau dari mulut ke mulut biasanya tetep nggak pas karena belum lihat hasil jadinya. Kalau dateng ke rumah orang yang sedang dibangun bisa enak lihatnya. Karena setelah hampir masuk 10 rumah orang yang lagi renovasi, kita bisa lihat tukang kayu mana yang lebih rapi kerjanya, kemudian mana yang lebih murah jasa tukangnya. Bisa banding-bandingin gitu.
Ada rumah yang kita datengin, terus kita tanya-tanya karena designnya bagus banget, tapi waktu denger harganya ternyata jauhhh dari budget kita LOL.
Nggak perlu malu dateng-dateng ke rumah orang, karena mereka semua biasanya seneng dan bangga kalau ditanya-tanya, hehe.
Kalau bisa juga cari yang nggak jauh dari rumah, jadi kamu bisa pantau perkembanganya. Misalnya nih kemarin kita buat kamar, ternyata setelah kita dateng ke studio tempat buat furniture, hasilnya beda dengan yang kita udah ngomong (karena kadang-kadang ngomong itu bisa salah paham). Untung karena belum selesai dibuat, kita bisa minta diubah-ubah.

Ada nggak tips-tips untuk ide dekor kamar?
• Cek di Pinterest sebanyak-banyaknya, dan kalau bisa mampir ke rumah-rumah orang yang lagi dekorasi buat ngintip design mereka. Ini sangat ngebantu banget, biar bagaimana pun cuma ngelihat gambar di Pinteret pasti nggak seenak ngelihat beneran.
• Sering-sering ke Ikea, Ace Hardware, Informa atau tempat-tempat yang jual furniture untuk cari ide, atau untuk dapetin inspirasi. Waktu kamu ke mall, atau ke cafe, cek-cek juga inspirasi design mereka.
• Saat memikirkan design, pikir juga fungsinya, jangan karena enak dilihat tapi ternyata fungsinya nggak sesuai. Misalnya kamu suka yang design ukir-ukiran, tapi kamu super sibuk dan nggak sempet bersih-bersih rumah, nah design ukir-ukiran tersebut bisa jadi nggak terawat dan cepet kotor. Atau misalnya kamu suka furniture yang besar-besar, tapi rumah kamu kecil, itu juga bisa bikin rumah jadi sesak dan nggak terlihat cantik secara estetika. Karena kita udah sering mampir ke rumah orang yang lagi dekor, kita sering lihat banget, orang yang rumahnya kecil, tapi sofanya besar banget, sampai jalam masuk aja jadi sempit.
• Cahaya lampu sangat berpengaruh, kalau kamu mau kamar yang cozy, kamu bisa pilih warna lampu kamar yang kuning, atau untuk di rumah kita pakai bohlam yang bisa dua lampu (Philips 2 in 1 LED Bulb), bisa kuning bisa putih. Kalau putih untuk kerja, kalau kuning untuk relax. Sekarang jaman udah canggih, jadi enak ada lampu yang punya dua type :D.
• Design lantai sangat berpengaruh. Kalau lantaimu kayu, atau vynil, atau marmer pasti akan memberikan suasana yang beda-beda deh. Kalau kamu suka cozy, kamu bisa pilih yang kayu-kayu gitu, seperti di cafe.
• Tips untuk design lemari baju:
Untuk lemari baju, saran kita adalah pikirkan tentang jumlah baju kamu, kalau baju kamu banyak, buat lemari yang besar. Kalau bajumu sedikit dan kamu bukan orang yang suka beli baju, nggak perlu buat lemari yang besar. Kalau bajumu banyak baju pesta, buat furniture lemari baju, yang lebih banyak baju untuk digantungnya, kalau kamu lebih banyak baju kaos-kaos gitu, bisa lebih banyak lemari ambalannya. Itu yang harus dipikirin juga.
• Tips untuk ranjang:
Pilih ketinggian ranjang yang kamu mau, untuk kamar Eve, ranjangnya tinggi karena mau ada tempat penyimpanan, di bawah ranjang Eve adalah lemari geser. Untuk kamar Ai Ni, bukan lemari geser, tapi laci.


Kok design kamar mahal banget ya?
Memangggg!!! Huhu, kita ngerasa untuk ngelengkapin perabot kita seluruhnya di rumah itu mahal banget, padahal kita udah cari jasa dan barang-barang yang semurah mungkin, tapi tetep aja mahal (jadi curhat :P). Saran kita, pelan-pelan aja, kalau kamu punya budget atau uang banyak kamu mungkin bisa isi perabotan sekaligus, tapi kalau seperti kita, kita bertahap-tahap, jadi bulan ini kamar Eve, bulan depan kamar Ai Ni, gitu. Kalau nggak bisa pingsan LOL LOL.
Seperti misalnya juga kita lebih hemat-hemat dalam pengeluaran, kalau kamu mampir ke rumah kita, TV rumah kita masih type jadul yang besar gitu, sedangkan rumah orang lain TV nya yang tipisssss banget terus lebarnya lebarrrr banget seperti yang dijual di mall-mall, karena kita save money untuk isi furniture dulu. Sama seperti yang kita bilang juga, tentang HP, HP Eve dan Ai Ni sebenernya udah lemot banget, kalau mau nyalain aplikasika mati terus, atau mau bales WA harus restart, tapi demi bela-belain furniture beres, akhirnya beli HP Eve dulu dan Ai Ni masih tahan-tahanin HP yang lama :P Komputer di rumah yang lemot, juga ditahan-tahanin dulu nggak dipugrade, dan kamera yang sering kita pakai Olympus EPL 3 pun nggak bisa nyala sekarang >.< Jadi kita memang kalau udah punya budget harus mikirin beli kamera baru untuk ngeblog. Jadi yah saling ngalah gitu, nggak beli baju juga, nggak makan di mall yang mahal-mahal, pokoknya hemat-hemat banget.
Atau kamu bisa juga, cari perabot yang murah seperti di supermarket-supermarket gitu, satu set isi kamar cuma 10 juta juga ada, tapi buat kita mending kita buatnya bertahap-tahap tapi kualitasnya bagus, karena kan pakainya bisa lama, kalau yang seperti barang supermarket itu nggak terlalu awet, dan secara estetika juga nggak terlalu bagus. Dulu waktu belum punya rumah sendiri, kita pakai yang di Carefour punya furniture, lumayan juga sih hehe, lebih murah, tapi sekarang pengen yang agak bagus.

Kenapa nggak beli produk furniture yang udah jadi, kenapa yang custom?
Sejujurnya produk yang udah jadi itu biasanya lebih bagus hasilnya, hasilnya bisa halussss banget, apalagi kalau buatan pabrik dengan mesin, tapi enaknya custom itu, kita bisa ganti-ganti isi furniturenya, misalnya mau banyak ruang untuk peralatan make up, untuk buku, dll. Jadi kita bisa atur-atur sesuai selera. Lagipula kalau misalnya kita beli custom dengan produk dalam negeri, kita memajukan perekonomian Indonesia dengan memberi lapangan pekerjaan untuk tukang kayu hehe.

Akhir kata...
Design sebuah rumah itu selera, karena yang tadi kita bilang di atas, kita sering ngelihat-lihat rumah orang. Kita akan masuk ke rumah itu, terus kita tanya, "permisi boleh lihat-lihat nggak dekornya?" kadang-kadang ada tukangnya disitu, kadang-kadang ada yang punya rumah juga. Biasanya kita dikasih masuk dan dijelas-jelasin panjang lebar kalau kita tanya-tanya. Orang Indonesia memang ramah-ramah haha... Kemudian setelah kita tanya-tanya, kita cari lagi rumah yang lain, dan ngintip-ngintip lagi idenya. Waktu kita mampir ke rumah-rumah orang gitu, kita ngelihat type tiap orang rumahnya beda-beda, dari 10 rumah yang kita ngintip, sepuluh-sepuluhnya nggak ada yang sama. Rumah itu bener-bener personal banget, beda-beda. Ada rumah seorang Ibu yang designnya ramai banget, semua warna ada, tapi warnanya gelap-gelap, semua warna ditabrak, dengan warna merah, kuning, hijau. Waktu kita masuk ke sana, kita pusing karena dekornya terlalu ramai, terus Ibu itu juga setelah kita ngobrol-ngobrol dia juga mampir ke tempat kita, dan mungkin waktu dia lihat rumah kita yang putih semua, dia mikir, ya ampun nih orang rumahnya kok kosong putih begini... hehe. Tapi biar bagaimana pun kalau kamu merasa nyaman yah terserah aja, kalau kamu suka yang warna-warni tapi orang bilang nggak bagus, yah cuekin aja, pokoknya yang tinggal kan kamu, yang nikmatin kamu, jangan pikirin omongan orang. :D


Ah ngetik panjang lebar seperti ini aja mau 2 jam lebih, udah waktunya kembali kerja, sekarang giliran kamu yang cerita tentang kamarmu! XD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar